Kamu cukup melakukan gerakan sholat seperti biasa, mulai dari takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat pendek, rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, hingga tasyahud akhir dan salam.
Meskipun ringkas, usahakan untuk tetap khusyuk dan tuma’ninah dalam setiap gerakan dan bacaan sholat.
Kualitas sholat lebih penting daripada kuantitas rakaat.
Baca Juga: 3 Tips untuk Mencatat Perkembangan Diri Sendiri
2. Niat Sholat Witir Dua Rakaat: Lebih Utama dari Satu Rakaat
Jika punya waktu lebih longgar dan ingin mendapatkan pahala yang lebih utama, kamu bisa memilih sholat witir dua rakaat.
Menurut sebagian ulama, sholat witir dua rakaat lebih utama daripada satu rakaat, karena jumlah rakaatnya lebih banyak.
Baca Juga: 3 Tips Menghindari Kesalahan Umum Saat Pemeriksaan Barang di Bandara
Berikut ini adalah lafadz niat sholat witir dua rakaat:
أُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُومًا / إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushallii sunnatal witri rak'atal mustaqbilal qiblati adaan (ma'muuman/imaaman) lillahi ta'aala.
Terjemahan: "Aku niat shalat sunah witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, (makmum/imam), karena Allah Ta'ala"
Nggak jauh beda dengan niat witir satu rakaat kan?
Perbedaannya hanya terletak pada kata رَكْعَتَيْنِ (Rak’atayni) yang artinya "Dua rakaat".