Dengan latihan rutin, pernapasan kotak akan menjadi ‘senjata’ Anda untuk mengembalikan fokus dengan cepat saat Anda merasa kehilangan konsentrasi saat menulis.
Lakukan teknik pernapasan kotak ini selama beberapa menit setiap kali Anda merasa pikiran mulai melayang atau fokus mulai buyar saat menulis.
Anda juga bisa menggunakan pernapasan kotak sebagai pemanasan sebelum memulai sesi menulis untuk mempersiapkan pikiran dan tubuh agar lebih fokus dan siap bekerja.
3. Pernapasan Sadar (Mindful Breathing): Menghadirkan Kesadaran Penuh pada Momen Saat Ini
Teknik pernapasan ketiga yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan fokus saat menulis adalah pernapasan sadar atau mindful breathing.
Pernapasan sadar adalah teknik dasar dalam meditasi mindfulness.
Teknik ini melibatkan pengamatan sadar terhadap sensasi pernapasan yang terjadi secara alami, tanpa berusaha mengubah atau mengontrol napas.
Saat melakukan pernapasan sadar, kita memusatkan perhatian sepenuhnya pada sensasi napas yang masuk dan keluar dari tubuh, misalnya sensasi udara yang menyentuh lubang hidung, sensasi dada dan perut yang mengembang dan mengempis, atau sensasi aliran udara di tenggorokan.
Tujuan dari pernapasan sadar bukan untuk mencapai kondisi pikiran kosong atau menghentikan pikiran sama sekali.
Justru sebaliknya, pernapasan sadar membantu kita menyadari pikiran dan perasaan yang muncul tanpa menghakimi atau terbawa olehnya.
Saat pikiran melayang atau muncul gangguan, kita cukup kembali mengarahkan perhatian dengan lembut ke sensasi pernapasan.
Pernapasan sadar melatih kita untuk fokus pada present moment atau momen saat ini.
Dalam konteks menulis, pernapasan sadar membantu kita menghadirkan kesadaran penuh pada proses menulis itu sendiri, bukan pada hasil akhir, kekhawatiran, atau penilaian diri.
Saat kita fokus pada present moment, pikiran kita menjadi lebih tenang, jernih, dan terbebas dari mind clutter yang menghambat kreativitas dan fokus.
Pernapasan sadar sangat efektif untuk mengatasi writer's block atau kondisi mental buntu ide saat menulis.