Kebiasaan ketiga yang seringkali diabaikan, padahal sangat berpengaruh pada citra profesional adalah tidak memperhatikan penampilan.
Penampilan memang bukan segalanya, tapi penampilan adalah kesan pertama yang dilihat orang lain dari dirimu.
Penampilan yang rapi, bersih, dan sesuai dengan norma kantor itu memberikan kesan positif.
Orang lain akan melihatmu sebagai pribadi yang serius, profesional, dan menghargai diri sendiri maupun orang lain.
Sebaliknya, penampilan yang berantakan, kotor, atau asal-asalan itu memberikan kesan negatif.
Orang lain akan berpikir kamu kurang serius, nggak peduli, dan nggak profesional.
Padahal, mungkin kamu punya skill dan kompetensi yang mumpuni.
Tapi, kalau penampilanmu kurang oke, citra profesionalmu tetap aja jadi taruhannya.
Coba deh bayangin, kamu ketemu klien penting dengan penampilan yang acak-acakan.
Baju kusut, rambut berantakan, bau badan nggak sedap.
Kira-kira apa yang ada di pikiran klien?
Pasti mereka akan meragukan kemampuan dan kredibilitasmu, kan?
Penampilan itu bahasa tubuh tanpa kata-kata.
Penampilanmu mencerminkan bagaimana kamu menghargai diri sendiri, pekerjaan, dan orang lain.
Penampilan yang baik adalah bentuk self-respect dan respect kepada orang lain.