Pilih jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko, tujuan keuangan, dan jangka waktu investasi kamu.
Berapa persen dari gaji yang idealnya disisihkan untuk tabungan dan investasi?
Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua orang.
Tapi, sebagai panduan umum, kamu bisa mencoba menyisihkan minimal 20-30% dari gaji kamu untuk tabungan dan investasi.
Persentase ini bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tujuan keuangan masing-masing.
Tipsnya, otomatiskan proses menabung dan investasi kamu.
Buat auto-debet dari rekening gaji ke rekening tabungan atau rekening investasi setiap bulan.
Dengan cara ini, kamu akan menabung dan investasi secara konsisten tanpa perlu repot mengingat-ingat atau menunda-nunda.
Menyisihkan sebagian gaji untuk tabungan dan investasi adalah langkah cerdas untuk mengamankan masa depan keuangan kamu.
Dengan tabungan yang cukup, kamu punya financial safety net yang kuat.
Dengan investasi yang cerdas, kamu bisa mencapai tujuan keuangan jangka panjang kamu, misalnya membeli rumah, pendidikan anak, atau pensiun dini.
3. Bijak dalam Mengirim Uang ke Keluarga (Remittance): Pertimbangkan Biaya Transfer dan Kurs Mata Uang.
Cara ketiga yang perlu diperhatikan dalam mengelola keuangan saat bekerja di luar negeri adalah bijak dalam mengirim uang ke keluarga atau yang biasa disebut remittance.
Bagi sebagian besar pekerja migran, mengirim uang ke keluarga di kampung halaman adalah salah satu prioritas utama.
Tapi, transfer uang ke luar negeri itu nggak selalu murah dan mudah.