Sarapan sehat saat sahur itu ibarat ‘investasi energi’ buat kita selama seharian penuh.
Pilihlah menu sahur yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum utuh, atau oatmeal, protein seperti telur, ayam, atau tahu, serta serat dari sayuran dan buah-buahan.
Kombinasi nutrisi ini akan memberikan energi yang stabil dan tahan lama, nggak bikin energy crash di tengah hari.
2. Menjaga Kadar Gula Darah Stabil: Hindari Lemas dan ‘Mood Swing’ Saat Puasa
Alasan kedua kenapa sarapan sehat saat sahur itu penting adalah untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.
Saat kita berpuasa, kadar gula darah kita cenderung menurun karena kita nggak makan dan minum dalam waktu yang lama.
Penurunan kadar gula darah yang terlalu drastis bisa menyebabkan hipoglikemia, kondisi di mana kadar gula darah turun di bawah batas normal.
Gejala hipoglikemia bisa bermacam-macam, mulai dari lemas, pusing, gemetar, keringat dingin, sampai mood swing atau perubahan suasana hati yang tiba-tiba.
Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas kita selama berpuasa, baik pekerjaan, belajar, maupun ibadah.
Sarapan sehat saat sahur membantu mencegah penurunan kadar gula darah yang terlalu drastis.
Makanan yang kita konsumsi saat sahur, terutama karbohidrat kompleks dan serat, akan dicerna tubuh secara perlahan, sehingga melepaskan glukosa ke dalam darah secara bertahap.
Pelepasan glukosa yang bertahap ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan terhindar dari hipoglikemia.
Selain itu, sarapan sehat saat sahur juga membantu mencegah lonjakan kadar gula darah setelah berbuka puasa.
Kalau kita melewatkan sahur atau makan sahur dengan menu yang tinggi gula sederhana, kadar gula darah kita akan cenderung naik turun secara drastis.
Setelah berbuka puasa dan makan makanan manis, kadar gula darah akan melonjak tinggi, tapi kemudian akan turun drastis lagi dalam waktu singkat.