Yuk, kita bahas 3 cara jitu mengelola keuangan saat mempersiapkan resign dalam artikel yang practical dan mudah diaplikasikan ini!
Pembahasan
Nggak usah tunggu lama lagi, inilah 3 cara cerdas mengelola keuanganmu agar resign terasa ringan dan masa depan tetap aman:
1. Buat Dana Darurat yang Cukup dan Aman
Cara pertama dan yang paling fundamental dalam mengelola keuangan saat mempersiapkan resign adalah membuat dana darurat yang cukup dan aman.
Dana darurat ini adalah ‘benteng’ keuangan kita saat memasuki masa transisi setelah resign.
Fungsi utama dana darurat adalah untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari selama kita belum mendapatkan pekerjaan baru atau penghasilan pengganti setelah resign.
Kebutuhan hidup sehari-hari ini meliputi biaya makan, transportasi, tagihan bulanan (listrik, air, internet), cicilan (jika ada), kesehatan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Idealnya, dana darurat yang harus kamu siapkan adalah minimal 3-6 bulan pengeluaran bulanan.
Jumlah ini bisa bervariasi tergantung kondisi keuangan dan gaya hidup masing-masing orang.
Jika kamu punya tanggungan keluarga atau cicilan yang besar, sebaiknya siapkan dana darurat yang lebih besar, minimal 6 bulan pengeluaran.
Cara menghitung dana darurat cukup sederhana.
Hitung total pengeluaran bulananmu saat ini, lalu kalikan dengan 3 atau 6 (sesuai kebutuhan).
Misalnya, jika pengeluaran bulananmu Rp5 juta, maka dana darurat yang perlu kamu siapkan adalah Rp15 juta (untuk 3 bulan) atau Rp30 juta (untuk 6 bulan).
Setelah mengetahui jumlah dana darurat yang dibutuhkan, segera mulai menabung dan mengumpulkan dana tersebut.