Misalnya, mantan klienmu mungkin butuh bantuan freelancer untuk proyek tertentu, atau rekan kerjamu punya ide bisnis sampingan dan mengajakmu untuk join.
Dengan jaringan yang luas, kamu akan punya lebih banyak opsi dan fleksibilitas dalam memilih karir selanjutnya setelah resign.
Jangan pernah meremehkan kekuatan networking dalam membuka pintu peluang karir baru.
Jaringan profesional yang kuat adalah aset berharga yang akan terus memberikan manfaat jangka panjang dalam perjalanan karirmu.
2. Memperluas Lingkar Pertemanan dan Dukungan Profesional
Alasan kedua yang nggak kalah penting adalah membangun jaringan profesional itu bisa memperluas lingkar pertemanan dan dukungan profesional.
Kerja itu bukan cuma soal uang dan karir aja, tapi juga soal relasi dan komunitas.
Teman-teman kantor, atasan, rekan kerja lintas departemen, klien, vendor, semua adalah bagian dari lingkungan profesional kita.
Saat kita bekerja di suatu perusahaan, lingkungan profesional ini menjadi support system kita sehari-hari.
Mereka adalah tempat kita berbagi cerita, bertukar ide, meminta saran, dan mencari dukungan saat menghadapi tantangan atau masalah di pekerjaan.
Saat kita resign, kita akan meninggalkan lingkungan profesional ini.
Tanpa jaringan yang kuat, kita bisa merasa kehilangan arah, kesepian, dan kekurangan dukungan saat memulai karir baru atau berwirausaha.
Membangun jaringan sebelum resign berarti kita memperluas lingkar pertemanan profesional kita di luar lingkungan kantor lama.
Kita bisa tetap terhubung dengan mantan rekan kerja, atasan, klien, dan partner bisnis, bahkan setelah kita resign.
Jaringan ini akan menjadi support system baru kita di dunia profesional yang lebih luas.