Dana darurat memberikanmu waktu dan ruang untuk memilih pekerjaan atau peluang bisnis yang benar-benar sesuai dengan passion dan tujuan kariermu.
2. Menjadi Benteng Pertahanan dari Biaya Tak Terduga
Alasan penting kedua mengapa dana darurat sangat dibutuhkan setelah resign adalah untuk menjadi benteng pertahanan dari biaya tak terduga.
Hidup itu penuh dengan kejutan, dan nggak semua kejutan itu menyenangkan.
Kadang, kita dihadapkan pada situasi darurat yang membutuhkan biaya besar dan mendadak.
Misalnya, sakit dan harus berobat, kendaraan rusak dan perlu diperbaiki, atau ada anggota keluarga yang membutuhkan bantuan finansial.
Biaya-biaya tak terduga ini bisa datang kapan saja, tanpa bisa diprediksi.
Apalagi saat kamu sedang dalam masa transisi setelah resign, risiko keuanganmu akan semakin besar.
Tanpa pekerjaan dan pendapatan tetap, kamu akan lebih rentan terhadap guncangan finansial akibat biaya tak terduga.
Jika kamu tidak memiliki dana darurat, biaya-biaya tak terduga ini bisa mengacaukan rencana keuanganmu dan bahkan membuatmu terjerat utang.
Namun, jika kamu sudah menyiapkan dana darurat sebelumnya, kamu akan lebih siap dan tenang dalam menghadapi situasi darurat apapun.
Dana darurat akan menjadi ‘tameng’ finansialmu untuk melindungi diri dari risiko biaya tak terduga.
Kamu tidak perlu panik menjual aset atau berutang saat menghadapi situasi darurat.
Dana darurat akan memberikanmu rasa aman dan percaya diri dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.
3. Memberikan Fleksibilitas dan Kebebasan dalam Mengambil Keputusan