Jangan anggap enteng masalah utang, sekecil apapun itu.
Setelah resign, kondisi keuanganmu pasti akan berubah, jadi penting untuk mengetahui dengan pasti berapa besar total utangmu dan jenis-jenis utang apa saja yang harus kamu tanggung.
Buatlah daftar lengkap semua utangmu, mulai dari utang kartu kredit, cicilan kendaraan, KPR, pinjaman online, hingga utang kepada teman atau keluarga.
Catat juga berapa besar bunga yang harus kamu bayar untuk setiap utang tersebut.
Setelah semua utang terdata, langkah selanjutnya adalah memprioritaskan utang mana yang harus dilunasi terlebih dahulu.
Utamakan untuk melunasi utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu, seperti utang kartu kredit atau pinjaman online.
Utang-utang jenis ini biasanya memiliki bunga yang sangat besar, jadi jika tidak segera dilunasi, bunga akan terus bertambah dan membuat beban utangmu semakin berat.
Setelah utang berbunga tinggi selesai, barulah kamu fokus untuk melunasi utang-utang lain dengan bunga lebih rendah.
Dengan memprioritaskan utang, kamu bisa lebih fokus dan terarah dalam mengelola keuanganmu setelah resign.
Kamu juga bisa menghindari terjebak dalam lingkaran setan utang yang semakin membesar.
2. Buat Anggaran Keuangan yang Lebih Ketat dan Cari Sumber Pendapatan Alternatif
Setelah resign, sudah pasti kamu harus menyesuaikan gaya hidup dan pengeluaranmu dengan kondisi keuangan yang baru.
Mau tidak mau, kamu harus membuat anggaran keuangan yang lebih ketat dan disiplin dalam mengontrol pengeluaran.
Identifikasi pos-pos pengeluaran yang bisa dikurangi atau dihilangkan sama sekali.
Misalnya, kurangi frekuensi makan di luar, tunda dulu keinginan untuk membeli barang-barang mewah, atau cari alternatif hiburan yang lebih murah atau bahkan gratis.