Ingat kembali semua pencapaian yang pernah kamu raih dalam hidup, sekecil apa pun itu.
Pikirkan tentang kekuatan dan kualitas positif yang kamu miliki.
Buatlah daftar jika perlu, agar lebih terstruktur.
Mungkin kamu pernah berhasil menyelesaikan proyek sulit di kantor, mendapatkan nilai bagus di sekolah, membantu teman yang sedang kesulitan, atau bahkan sekadar berhasil bangun pagi dan berolahraga.
Semua pencapaian ini adalah bukti bahwa kamu memiliki kemampuan dan potensi.
Fokus pada kekuatan diri akan membantumu melihat sisi positif dari diri sendiri dan perlahan mengembalikan kepercayaan diri yang sempat hilang.
Ingatlah bahwa satu kekecewaan tidak bisa menghapus semua hal baik yang pernah kamu lakukan dan capai.
3. Ambil Tindakan Kecil untuk Bangkit Kembali
Setelah memberi ruang pada emosi dan mengingat kekuatan diri, saatnya untuk mengambil tindakan nyata untuk bangkit kembali.
Jangan langsung memasang target yang terlalu tinggi dan ambisius.
Mulailah dengan langkah-langkah kecil yang terasa ringan dan mudah dicapai.
Tindakan kecil ini bisa berupa apa saja, asalkan positif dan memberikan rasa pencapaian.
Misalnya, kamu bisa mulai dengan merapikan kamar tidur, membaca beberapa halaman buku, berjalan-jalan di taman, atau menghubungi teman lama untuk mengobrol.
Setiap kali berhasil menyelesaikan tindakan kecil, kamu akan merasa lebih berdaya dan percaya diri.
Perlahan tapi pasti, tingkatkan intensitas dan tantangan dari tindakan yang kamu ambil.