Tenang, ada kok!
Dalam artikel ini, kita akan membahas 3 cara ampuh yang bisa kamu lakukan untuk mengelola emosi dan memulihkan kepercayaan yang sudah rusak dalam hubunganmu.
Yuk, simak pembahasannya lebih lanjut!
Pembahasan
1. Akui dan Validasi Emosi yang Muncul, Jangan Ditekan!
Cara pertama dan paling penting dalam mengelola emosi untuk memulihkan kepercayaan adalah dengan mengakui dan memvalidasi semua emosi yang muncul, baik pada diri sendiri maupun pada orang yang terlibat.
Ketika kepercayaan rusak, berbagai emosi negatif pasti akan bermunculan.
Pada pihak yang dikhianati, mungkin muncul rasa marah, sakit hati, kecewa, sedih, atau bahkan trauma.
Sementara pada pihak yang mengkhianati kepercayaan, mungkin muncul rasa bersalah, malu, menyesal, atau bahkan defensif.
Semua emosi ini adalah valid dan wajar.
Jangan pernah mencoba untuk menekan, menyangkal, atau meremehkan emosi yang kamu rasakan, atau emosi yang dirasakan oleh orang lain.
Menekan emosi hanya akan membuat emosi tersebut semakin kuat dan memperlambat proses pemulihan kepercayaan.
Sebaliknya, akui dan validasi setiap emosi yang muncul.
Katakan pada diri sendiri, "Ya, aku sedang merasa marah/sedih/kecewa. Perasaan ini wajar setelah apa yang terjadi."
Validasi emosi sendiri berarti memberikan izin pada diri sendiri untuk merasakan apa pun yang perlu dirasakan, tanpa menghakimi atau mengkritik diri sendiri.