Misalnya, setelah belajar selama 45-60 menit, berikan dirimu waktu istirahat 10-15 menit.
Gunakan waktu istirahat itu untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dan relaks, seperti berjalan-jalan sebentar, mendengarkan musik, atau sekadar meregangkan tubuh.
Hindari melakukan aktivitas yang terlalu berat atau justru membuat otakmu semakin tegang, seperti bermain game atau membuka media sosial terus-menerus.
2. Mengurangi Tingkat Stres dan Mencegah Burnout di Tahun Pertama Kuliah. Alasan kedua yang tak kalah pentingnya adalah istirahat dapat membantu mengurangi tingkat stres dan mencegah burnout.
Tahun pertama kuliah adalah masa adaptasi yang penuh tekanan.
Tuntutan akademik yang tinggi, lingkungan baru, pergaulan yang berubah, dan masalah-masalah pribadi bisa menjadi sumber stres bagi mahasiswa baru.
Jika stres tidak dikelola dengan baik, lama-kelamaan bisa menyebabkan burnout.
Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat stres kronis.
Mahasiswa yang mengalami burnout akan merasa lelah terus-menerus, kehilangan motivasi belajar, sulit berkonsentrasi, dan bahkan bisa mengalami masalah kesehatan fisik dan mental.
Istirahat adalah salah satu cara efektif untuk mengelola stres dan mencegah burnout.
Saat kamu istirahat, tubuh dan pikiranmu akan menjadi lebih rileks.
Istirahat memberikan kesempatan untuk melepaskan tekanan dan ketegangan yang menumpuk akibat belajar dan aktivitas lainnya.
Dengan istirahat yang cukup, kamu akan merasa lebih tenang, fresh, dan memiliki energi positif untuk menghadapi tantangan kuliah.
Jangan anggap remeh pentingnya istirahat untuk kesehatan mentalmu.
Jadwalkan waktu istirahat yang cukup setiap hari, tidak hanya istirahat pendek di sela-sela belajar, tetapi juga istirahat panjang yang berkualitas, seperti tidur yang cukup, hangout bersama teman, atau melakukan hobi yang kamu sukai.