Situasi kedua yang seringkali menguji kemampuan empati kita adalah ketika kita berinteraksi dengan orang yang sedang marah, kecewa, atau emosi negatif lainnya.
Reaksi alami kita mungkin adalah ikut marah, defensif, atau menghindar.
Namun, justru di saat-saat seperti inilah kita perlu menunjukkan empati agar situasi tidak semakin memburuk dan hubungan tetap terjaga.
Menunjukkan empati pada orang yang marah atau kecewa bukan berarti kita harus setuju dengan kemarahan atau kekecewaan mereka, atau membenarkan perilaku mereka yang mungkin tidak tepat.
Empati di sini berarti kita berusaha memahami mengapa mereka marah atau kecewa, apa yang mendasari emosi negatif tersebut, dan merespons dengan cara yang menenangkan dan konstruktif.
Contoh konkret menunjukkan empati saat berinteraksi dengan orang yang marah atau kecewa:
-
Tetap tenang dan jangan terpancing emosi: Hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga ketenangan diri sendiri. Jangan terpancing emosi dan ikut marah atau defensif. Tarik napas dalam-dalam, tenangkan pikiran, dan respons dengan kepala dingin.
-
Dengarkan tanpa menyela: Biarkan orang tersebut meluapkan emosinya tanpa menyela atau membantah. Dengarkan dengan seksama apa yang mereka sampaikan, meskipun mungkin kata-katanya terdengar kasar atau tidak menyenangkan. Jangan memotong pembicaraan atau mencoba membela diri sebelum mereka selesai berbicara.
-
Akui emosi mereka: Setelah mereka selesai berbicara, akui emosi yang mereka rasakan. Misalnya, "Sepertinya kamu sangat marah/kecewa/frustasi dengan situasi ini", atau "Aku bisa melihat betapa kesalnya kamu". Mengakui emosi mereka akan membuat mereka merasa didengar dan dipahami, dan membantu meredakan ketegangan emosi.
-
Cari tahu penyebab emosi mereka: Ajukan pertanyaan yang lembut dan terbuka untuk mencari tahu penyebab emosi mereka. Misalnya, "Apa yang membuatmu merasa seperti ini?", atau "Bisakah kamu ceritakan lebih lanjut apa yang terjadi?". Dengan memahami akar masalahnya, kita bisa merespons dengan lebih tepat dan mencari solusi yang konstruktif.
-
Tunjukkan keinginan untuk membantu mencari solusi: Setelah memahami emosi dan penyebabnya, tunjukkan keinginan untuk membantu mencari solusi atau jalan keluar dari masalah tersebut. Misalnya, "Apa yang bisa aku lakukan untuk membantu?", atau "Mari kita cari cara untuk menyelesaikan masalah ini bersama". Menawarkan bantuan akan menunjukkan bahwa kamu peduli dan ingin menyelesaikan masalah secara bersama-sama.
Dengan menunjukkan empati pada orang yang marah atau kecewa, kita tidak hanya meredakan emosi negatif mereka, tetapi juga membangun jembatan komunikasi yang lebih baik dan membuka ruang untuk menyelesaikan masalah secara damai.
3. Saat Melihat Orang Lain dalam Kesulitan atau Kesedihan: Ulurkan Tangan dan Berikan Dukungan Nyata
Situasi ketiga yang seringkali membutuhkan empati adalah ketika kita melihat orang lain di sekitar kita sedang mengalami kesulitan atau kesedihan, meskipun kita tidak mengenal mereka secara pribadi.
Misalnya, melihat seorang ibu kesulitan membawa barang belanjaan di transportasi umum, melihat seorang lansia kebingungan mencari alamat, atau melihat seseorang tampak sedih dan murung di tempat umum.