Misalnya, daripada menulis "Selesaikan laporan", pecah menjadi "Buat outline laporan", "Kumpulkan data untuk laporan", "Tulis draft bab 1 laporan", dan seterusnya.
Setiap kali berhasil menyelesaikan satu langkah kecil, berikan apresiasi pada diri sendiri.
Apresiasi ini bisa berupa pujian sederhana, istirahat sejenak, atau hadiah kecil untuk memotivasi diri sendiri agar terus maju.
Dengan memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil dan memberikan apresiasi pada diri sendiri, rasa malas akan berangsur-angsur menghilang dan motivasi pun akan meningkat secara alami.
2. Temukan Alasan "Mengapa" yang Kuat dan Visualisasikan Tujuan yang Ingin Dicapai
Motivasi itu seperti bahan bakar yang mendorong kita untuk bergerak maju dan mencapai tujuan.
Tanpa motivasi yang kuat, rasa malas akan mudah menguasai diri kita.
Salah satu cara ampuh untuk meningkatkan motivasi adalah dengan menemukan alasan "mengapa" yang kuat di balik apa yang ingin kita kerjakan dan memvisualisasikan tujuan yang ingin kita capai.
Tanyakan pada diri sendiri, "Mengapa aku ingin mengerjakan tugas ini?"
"Apa manfaat yang akan aku dapatkan jika aku berhasil menyelesaikannya?"
"Apa dampak positifnya bagi hidupku dan orang-orang di sekitarku?"
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi alasan "mengapa" yang kuat yang akan memotivasi kamu untuk melawan rasa malas dan terus berjuang.
Misalnya, jika kamu sedang malas berolahraga, ingatkan dirimu tentang manfaat olahraga bagi kesehatan fisik dan mentalmu.
Ingatlah bahwa dengan berolahraga, kamu akan merasa lebih sehat, lebih bugar, lebih berenergi, dan lebih bahagia.
Visualisasikan tujuan yang ingin kamu capai.