Tapi, justru kesederhanaan inilah yang bikin nasi goreng punya daya tarik tersendiri dan melekat di hati banyak orang.
Nasi goreng itu fleksibel banget.
Bisa dinikmati kapan saja, pagi, siang, malam, bahkan tengah malam sekalipun.
Bisa dipadukan dengan berbagai macam lauk dan topping, mulai dari telur ceplok, ayam goreng, sate, kerupuk, acar, sampai sambal yang pedasnya nampol.
Setiap keluarga juga punya resep nasi goreng andalannya masing-masing, dengan sentuhan bumbu dan topping yang khas.
Buat sebagian besar orang Indonesia, nasi goreng itu adalah makanan ‘darurat’ yang selalu ada di rumah.
Saat lagi lapar tengah malam, nggak ada lauk di kulkas, atau lagi males masak ribet, nasi goreng selalu jadi pilihan praktis dan mengenyangkan.
Nasi goreng juga sering jadi menu sarapan kilat sebelum berangkat sekolah atau kerja.
Aroma nasi goreng yang digoreng di pagi hari, itu adalah aroma khas yang selalu bikin semangat memulai hari.
Saat kita makan nasi goreng di perantauan, apalagi kalau bikin sendiri dengan resep ala ‘rumah’, kenangan masa kecil langsung berputar di kepala.
Ingatan tentang ibu yang sering bikin nasi goreng dadakan saat kita lagi kumpul keluarga, atau momen makan nasi goreng rame-rame di depan TV sambil nonton film kartun favorit, semuanya hadir kembali, menghangatkan hati dan mengobati rasa rindu rumah.
3. Gudeg: Manisnya Nangka Muda dan Kehangatan Yogyakarta dalam Setiap Gigitan
Makanan ketiga yang punya ‘kekuatan’ magis buat membawa kenangan rumah adalah Gudeg.
Buat yang pernah tinggal atau punya keluarga di Yogyakarta, gudeg pasti jadi makanan yang sangat familiar dan ngangenin.
Gudeg itu masakan khas Yogyakarta yang terbuat dari nangka muda yang dimasak lama dengan santan, gula merah, dan berbagai macam bumbu rempah.