Setiap hal besar butuh proses dan waktu untuk bertumbuh dan berkembang.
Begitu juga dengan karir di tempat kerja baru.
Kita butuh waktu untuk mempelajari job desk secara mendalam, memahami budaya perusahaan, membangun chemistry dengan rekan kerja, dan menyesuaikan diri dengan ritme kerja yang baru.
Kalau kita terlalu memaksakan diri untuk langsung “bersinar” tanpa melalui proses adaptasi yang wajar, kita justru bisa kewalahan, stres, dan akhirnya malah burnout.
Selain itu, ekspektasi yang terlalu tinggi juga bisa bikin kita jadi mudah kecewa dan frustasi kalau kenyataan nggak sesuai dengan harapan.
Misalnya, kita berharap bisa langsung dapat proyek besar atau promosi jabatan dalam waktu singkat.
Tapi, kenyataannya, kita masih harus belajar banyak hal dan membuktikan diri terlebih dahulu sebelum dipercaya untuk memegang tanggung jawab yang lebih besar.
Kekecewaan dan frustasi ini bisa menurunkan motivasi kerja dan membuat kita jadi merasa tidak berharga atau tidak kompeten.
So, gimana caranya mengelola ekspektasi di awal karir agar tetap realistis dan tidak merugikan diri sendiri?
-
Sabar dan Nikmati Proses: Ingatlah bahwa kesuksesan itu butuh proses. Jangan terburu-buru ingin langsung “bersinar” di awal karir. Nikmati setiap tahapan adaptasi di kantor baru. Manfaatkan waktu ini untuk belajar sebanyak mungkin, membangun hubungan baik dengan rekan kerja, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru.
-
Tetapkan Target yang Realistis: Jangan menetapkan target yang terlalu tinggi dan sulit dicapai dalam waktu singkat. Tetapkan target yang achievable dan measurable untuk jangka pendek dan jangka panjang. Rayakan setiap pencapaian kecil sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri dan motivasi untuk terus berkembang.
-
Fokus pada Pengembangan Diri: Alihkan fokus dari keinginan untuk “bersinar” ke pengembangan diri. Gunakan kesempatan di kantor baru ini untuk meningkatkan skill, menambah pengetahuan, dan memperluas jaringan profesional. Ingat, investasi terbaik adalah investasi pada diri sendiri. Semakin kita berkembang, semakin besar peluang kita untuk bersinar di masa depan.
3. Mengisolasi Diri dari Lingkungan Baru: Enggan Berinteraksi dan Membangun Relasi dengan Rekan Kerja
Kesalahan emosional ketiga yang sering menghambat proses adaptasi di kantor baru adalah mengisolasi diri dari lingkungan baru.
Saat baru masuk kerja di tempat baru, wajar kalau kita merasa sedikit canggung dan kurang percaya diri untuk berinteraksi dengan orang-orang yang belum kita kenal.