Selain itu, orang yang seperti ini bisa jadi merasa kesulitan untuk mengatakan "tidak" atau menolak permintaan orang lain.
Ini bisa jadi masalah besar kalau orang tersebut terus-menerus dimanfaatkan tanpa mereka sadari.
Cara Menghindarinya:
Penting untuk bisa mengenali kapan kamu memberi dengan ikhlas dan kapan kamu memberikan sesuatu karena merasa terpaksa.
Jangan takut untuk meminta hal yang sama dari orang lain jika kamu merasa telah memberikan cukup banyak.
Ingat, hubungan yang sehat adalah yang saling memberi dan menerima dengan seimbang.
Jangan biarkan dirimu dimanfaatkan hanya karena kamu merasa takut mengecewakan orang lain.
3. Mereka Sering Kali Menghindari Konflik dan Tidak Bisa Mengatakan “Tidak”
Salah satu ciri orang yang terlalu baik adalah mereka selalu menghindari konflik.
Mereka lebih memilih untuk mengalah dan mengorbankan perasaan mereka demi menjaga kedamaian.
Padahal, menghindari konflik bukanlah cara yang sehat untuk membangun hubungan.
Orang yang terlalu baik sering kali nggak bisa mengatakan "tidak" meskipun mereka merasa tidak nyaman dengan permintaan orang lain.
Mereka merasa khawatir akan mengecewakan orang tersebut jika menolak atau menyuarakan pendapat mereka.
Akibatnya, mereka terjebak dalam situasi di mana mereka memberi terlalu banyak, tetapi tidak mendapatkan apa-apa yang mereka butuhkan.
Terlalu banyak mengalah dan tidak berani mengatakan "tidak" bisa menimbulkan rasa sakit batin dan kebencian yang lama-lama menumpuk.