Rata-rata mulut orang yang sehat menghasilkan sekitar 600 mililiter ludah setiap hari, jumlah tersebut cukup untuk mengisi botol soda berukuran 12 ons.
Kelenjar ludah dapat berhenti melakukan tugasnya ketika seseorang menderita penyakit tertentu, mengonsumsi obat-obatan tertentu, atau menjalani perawatan kanker.
Air liur sangat bermanfaat pada proses makan dalam tubuh kita.
Bayangkan apa jadinya jika kita terus-menerus merasakan selai kacang di mulut atau sulit menelan sesuatu, begitulah rasanya jika kita kekurangan air liur.
Penelitian terkini mengenai air liur telah mengungkap betapa kayanya informasi dalam cairan tersebut.
Misalnya, salah satu peran air liur yang menjanjikan adalah dalam mendiagnosis penyakit.
Dokter saat ini mengambil darah untuk mencari tanda-tanda penyakit berdasarkan keberadaan berbagai zat dalam darah. Sekarang ternyata air liur menyimpan informasi yang sama.
Air liur Anda juga mengandung sampel materi genetik DNA.
Tentunya DNA setiap orang berbeda, sehingga pemakaian sampel air liur sangatlah efektif dan mudah untuk dilakukan.
Menganalisis DNA dalam gumpalan air liur dapat memberi tahu dokter apakah Anda rentan terhadap penyakit tertentu.
Analisis semacam itu juga dapat memberi tahu penyidik apakah Anda adalah orang yang berhenti untuk minum segelas air atau menjilati amplop untuk menyegelnya di tempat kejadian perkara.
Itulah segudang manfaat air liur yang jarang kita sadari dan ketahui.***