Kedua hormon ini juga berperan dalam meningkatkan rasa bahagia dan mengurangi stres.
Makanya, nggak heran kalau mendengarkan musik bisa langsung bikin kita merasa lebih rileks dan happy.
2. Musik Mampu Mengurangi Stres dan Kecemasan
Alasan kedua kenapa musik bisa jadi mood booster yang efektif adalah karena musik punya kemampuan untuk mengurangi tingkat stres dan kecemasan.
Kita semua pasti pernah merasa cemas atau tertekan di beberapa momen hidup, entah itu karena pekerjaan, ujian, atau masalah pribadi.
Saat kita dengerin musik yang menenangkan, otak kita bisa lebih mudah relaks dan nggak terlalu fokus sama perasaan cemas itu.
Ada penelitian yang menunjukkan kalau mendengarkan musik dapat menurunkan kadar hormon kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres.
Ketika kadar kortisol menurun, kita jadi lebih mampu menghadapi tantangan dengan kepala yang lebih dingin.
Makanya, nggak jarang kita lihat banyak orang yang dengerin musik santai atau musik instrumental saat lagi stress atau butuh waktu untuk diri sendiri.
Musik juga bisa menenangkan sistem saraf kita, yang bikin perasaan jadi lebih stabil dan hati lebih tenang.
Jadi, kalau lagi merasa tertekan atau penuh kecemasan, coba deh dengerin musik favorit yang bikin hati lebih nyaman.
3. Musik Dapat Meningkatkan Fokus dan Produktivitas
Alasan ketiga adalah musik bisa bantu kita fokus dan meningkatkan produktivitas.
Mungkin terdengar aneh, tapi banyak orang yang merasa lebih produktif saat dengerin musik, terutama musik yang sifatnya instrumental atau yang nggak terlalu mengganggu.
Saat kita dengerin musik dengan tempo yang tepat, otak kita akan lebih terstimulasi dan lebih mudah untuk fokus pada tugas yang sedang dikerjakan.
Bahkan, ada banyak orang yang mengandalkan musik untuk meningkatkan konsentrasi saat belajar atau bekerja.
Misalnya, saat lagi ngerjain proyek atau tugas, dengerin musik klasik atau lo-fi bisa bantu kita buat tetap fokus tanpa merasa bosan.