Senangnya hanya sampai di bibir, tapi di dalam hati mereka mungkin sedang merasa tertekan atau cemas.
Cobalah untuk lebih peka dengan bahasa tubuh orang di sekitar kamu, karena ekspresi wajah seringkali jadi petunjuk yang jelas.
2. Mereka Menghindari Pembicaraan Tentang Diri Mereka
Seseorang yang pura-pura bahagia sering kali menghindari pembicaraan tentang dirinya sendiri.
Mereka mungkin terlihat asyik saat berbicara tentang hal-hal umum atau topik yang tidak melibatkan perasaan mereka, tetapi begitu percakapan mulai mengarah ke perasaan atau kehidupan pribadi mereka, mereka bisa langsung berubah topik.
Kenapa?
Karena orang yang berpura-pura bahagia cenderung takut orang lain melihat sisi rapuh mereka.
Mereka nggak mau menunjukkan kelemahan atau kesedihan, jadi mereka lebih memilih untuk tidak berbagi perasaan mereka yang sebenarnya.
Dengan kata lain, mereka lebih memilih untuk menjaga jarak dengan orang lain dalam hal hal-hal yang berhubungan dengan emosi.
3. Sering Menggunakan Humor untuk Menutupi Perasaan
Salah satu cara lain untuk mengetahui apakah seseorang itu benar-benar bahagia atau hanya pura-pura adalah dengan memperhatikan bagaimana mereka menggunakan humor.
Orang yang pura-pura bahagia sering kali menggunakan humor sebagai pelindung diri.
Mereka akan tertawa atau bercanda di saat yang nggak tepat, hanya untuk menutupi perasaan cemas atau sedih mereka.
Ini bisa terlihat seperti usaha untuk mencairkan suasana atau menarik perhatian, tetapi sebenarnya mereka sedang berusaha menutupi perasaan yang lebih dalam.
Dengan humor, mereka berharap orang lain tidak terlalu menilai atau bertanya lebih jauh tentang apa yang sebenarnya sedang mereka rasakan.