Jangan takut untuk mengambil waktu sejenak untuk merenung dan menyadari apa yang benar-benar kamu butuhkan.
Ketika kamu sudah tahu ini, kamu bisa lebih mudah mengungkapkan perasaanmu dan menetapkan batasan dengan cara yang jelas.
Ini adalah langkah pertama yang penting agar kamu bisa lebih percaya diri dalam menghadapi teman yang dominan.
2. Komunikasikan Perasaanmu dengan Jujur dan Asertif
Setelah kamu mengetahui apa yang kamu butuhkan dalam hubungan persahabatan, sekarang saatnya untuk mengungkapkan perasaanmu.
Tapi, bukan berarti kamu harus menghindar atau diam saja, ya!
Kunci di sini adalah komunikasi yang jujur dan asertif.
Ini berarti kamu harus bisa menyampaikan perasaanmu dengan cara yang jelas, tegas, tapi tetap sopan.
Misalnya, jika temanmu selalu mengambil keputusan untuk kalian berdua tanpa meminta pendapatmu, kamu bisa bilang, “Aku merasa kalau keputusan itu perlu dibicarakan berdua. Aku juga ingin pendapatku didengar.”
Dengan cara ini, kamu tidak menyalahkan temanmu, tapi kamu menyampaikan bahwa kamu ingin lebih dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
Penting untuk diingat, berbicara dengan cara asertif bukan berarti kamu harus agresif atau marah.
Cukup tegas dan jelas, agar temanmu mengerti bahwa kamu juga punya hak untuk mengatur arah hubungan kalian.
3. Bangun Keseimbangan dalam Hubungan
Dinamika persahabatan yang sehat adalah yang memiliki keseimbangan.
Jika kamu merasa temanmu terlalu mendominasi, kamu perlu menunjukkan bahwa persahabatan itu bukan tentang satu pihak yang selalu menentukan segalanya.
Bangun keseimbangan dengan berbagi tanggung jawab dalam mengambil keputusan atau kegiatan bersama.
Cobalah untuk lebih aktif dalam memberikan ide atau saran.