Hal lainnya, mereka mungkin akan mencoba mempercepat hubungan dan berharap kamu bisa cepat menyetujui komitmen, seperti mengajakmu berpacaran setelah beberapa hari kenal atau bahkan membicarakan masa depan bersama.
Penting untuk menyadari kalau perilaku seperti ini bisa jadi pertanda adanya manipulasi emosional, bukan bentuk cinta yang sehat.
Jadi, ketika kamu merasa hubungan itu berlangsung terlalu cepat dan terlalu intens, coba evaluasi apakah itu sekadar perhatian atau memang ada tujuan tersembunyi di baliknya.
2. Jaga Batasan Pribadi dalam Hubungan
Langkah kedua yang bisa kamu lakukan adalah dengan menjaga batasan pribadi dalam hubungan.
Love bombing sering kali terjadi ketika seseorang mencoba melanggar batasanmu untuk membuatmu merasa tergantung padanya.
Contohnya, dia mungkin akan berusaha terus-menerus menghubungimu, meskipun kamu sudah memberitahunya bahwa kamu butuh ruang.
Atau, mereka bisa jadi terlalu memaksakan diri untuk berada dalam setiap aspek kehidupanmu tanpa mempertimbangkan kenyamananmu.
Untuk menghindari hal ini, penting banget untuk tetap teguh pada batasan yang kamu punya.
Misalnya, jika kamu butuh waktu sendiri, jangan ragu untuk memberitahunya.
Batasan dalam hubungan bukan berarti kamu nggak peduli, tapi ini adalah cara untuk menjaga kesehatan emosional dan keseimbangan dalam hubungan.
Kamu berhak untuk memiliki waktu untuk diri sendiri, untuk teman-teman, atau untuk keluarga.
Jika pasanganmu menghormati batasan tersebut, maka itu adalah tanda hubungan yang sehat.
Tapi, jika mereka justru merasa cemas atau marah saat kamu meminta ruang, bisa jadi itu adalah tanda love bombing yang perlu kamu waspadai.
3. Ambil Waktu untuk Mengenal Pasangan dengan Lebih Dalam