lifestyle

3 Peran Antioksidan dalam Buah untuk Kesehatan Otak dan Memori

Senin, 16 Juni 2025 | 16:57 WIB
3 Peran Antioksidan dalam Buah untuk Kesehatan Otak dan Memori (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

Otak kita ini butuh ‘bensin’ supaya bisa bekerja dengan optimal, dan ‘bensin’ utama untuk otak adalah darah yang membawa oksigen dan nutrisi.

Kalau aliran darah ke otak lancar, otomatis suplai oksigen dan nutrisi juga terpenuhi, sehingga otak bisa berfungsi dengan baik, daya ingat meningkat, dan kita jadi lebih fokus dan produktif.

Sebaliknya, kalau aliran darah ke otak tersendat, otak bisa ‘loyo’, gampang lelah, sulit fokus, dan memori pun ikut-ikutan menurun.

Antioksidan ternyata juga punya peran penting dalam melancarkan aliran darah ke otak.

Beberapa jenis antioksidan, terutama flavonoid yang banyak ditemukan dalam buah-buahan, mampu meningkatkan produksi oksida nitrat (NO) dalam tubuh.

Oksida nitrat ini berfungsi melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar, termasuk aliran darah ke otak.

Ibaratnya, antioksidan ini kayak ‘tukang bersih-bersih’ yang membersihkan ‘sumbatan’ di pembuluh darah, sehingga aliran darah jadi lancar jaya.

Buah-buahan seperti semangka dan bit merah juga dikenal bagus untuk meningkatkan aliran darah karena kandungan nitrat alaminya yang tinggi, yang kemudian diubah menjadi oksida nitrat dalam tubuh.

Selain itu, buah-buahan yang kaya vitamin C seperti jeruk, kiwi, dan jambu biji juga berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke otak.

Dengan aliran darah yang lancar, otak kita jadi lebih ‘segar’ dan siap untuk berpikir jernih dan mengingat lebih baik.

3. Mendukung Komunikasi Antar Sel Otak: Kunci Memori dan Fungsi Kognitif yang Tajam

Otak kita ini isinya miliaran sel saraf atau neuron yang saling berkomunikasi satu sama lain untuk menjalankan berbagai fungsi kognitif seperti berpikir, belajar, mengingat, dan mengambil keputusan.

Komunikasi antar sel otak ini terjadi melalui zat kimia yang disebut neurotransmitter.

Neurotransmitter ini ibarat ‘kurir’ yang menyampaikan pesan antar sel otak.

Kalau komunikasi antar sel otak lancar, fungsi kognitif kita juga otomatis meningkat.

Halaman:

Tags

Terkini