Dengan memberi waktu untuk merasa, kita memberi kesempatan untuk diri kita memproses perasaan tersebut dan lebih mudah untuk melepaskannya.
Jadi, tidak ada salahnya untuk menangis, marah, atau merasa kecewa sejenak.
Berikan waktu bagi dirimu sendiri untuk merasakan apa yang kamu rasa.
Hanya dengan begitu kamu bisa mulai menyembuhkan diri dan siap untuk melangkah menuju memaafkan.
2. Mencari Pemahaman tentang Apa yang Terjadi
Sebelum memaafkan, langkah selanjutnya adalah mencoba untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Sering kali, kita hanya fokus pada perasaan kita yang terluka tanpa benar-benar memahami alasan di balik tindakan orang yang menyakiti kita.
Tentu saja, tidak ada yang bisa membenarkan tindakan yang menyakitkan, tapi mencari pemahaman bisa membantu kita melihat situasi dari sudut pandang yang lebih luas.
Cobalah untuk bertanya pada diri sendiri, mengapa orang itu melakukan hal tersebut?
Apakah mereka benar-benar berniat menyakiti kita, atau ada faktor lain yang menyebabkan mereka bertindak demikian?
Memahami situasi ini tidak berarti kita membenarkan perbuatan mereka, tetapi lebih kepada memberi kita kedamaian batin.
Dengan memahami alasan di balik tindakan mereka, kita bisa mulai meredakan rasa marah dan kecewa yang kita rasakan.
Dan ketika perasaan kita lebih tenang, kita akan lebih mudah untuk memaafkan.
3. Menyadari Bahwa Memaafkan Itu Untuk Diri Sendiri
Langkah terakhir yang sangat penting sebelum memaafkan adalah menyadari bahwa memaafkan itu bukan hanya untuk orang lain, tetapi juga untuk diri kita sendiri.