Jangan lupa, juga anggarkan untuk kebutuhan penting lainnya, seperti pulsa, atau uang jaga-jaga kalau ada pengeluaran mendesak.
Jika sudah tahu prioritas, kamu bisa mulai membagi penghasilan untuk masing-masing kategori pengeluaran.
Misalnya, 50% untuk biaya kost dan makan, 20% untuk transportasi, 10% untuk kebutuhan lain seperti hiburan atau langganan aplikasi, dan sisanya untuk tabungan atau darurat.
Dengan langkah ini, kamu bisa melihat dengan jelas berapa banyak uang yang bisa dipakai untuk masing-masing kategori.
2. Gunakan Metode Pembagian Envelopes atau Aplikasi Keuangan
Salah satu cara efektif untuk mengelola anggaran adalah dengan menggunakan metode pembagian uang dalam amplop (envelopes).
Cara kerjanya cukup sederhana, yaitu dengan membagi uang yang kamu punya ke dalam beberapa amplop yang sudah ditentukan kategori pengeluarannya.
Misalnya, satu amplop untuk makan, satu amplop untuk transportasi, satu amplop untuk hiburan, dan seterusnya.
Setiap bulan, kamu hanya bisa mengeluarkan uang dari amplop tersebut sesuai dengan kategori yang ada.
Metode ini bisa membantu kamu tetap disiplin dan nggak boros.
Namun, kalau kamu merasa lebih nyaman menggunakan teknologi, ada banyak aplikasi keuangan yang bisa membantu kamu mencatat dan mengontrol pengeluaran dengan lebih mudah.
Aplikasi seperti Mint, Expense Manager, atau BukuWarung bisa jadi pilihan.
Dengan aplikasi-aplikasi ini, kamu bisa mengatur kategori pengeluaran dan melihat secara real-time berapa banyak uang yang sudah terpakai dan berapa yang tersisa.
Keuntungan dari metode aplikasi adalah lebih praktis dan bisa diakses kapan saja.
Apapun metode yang kamu pilih, pastikan kamu konsisten dan disiplin dalam mengalokasikan uang sesuai dengan anggaran yang sudah dibuat.
Jangan sampai tergoda untuk "mencuri" uang dari kategori lain hanya karena pengeluaran untuk satu kategori lebih banyak dari yang direncanakan.