Mengapa?
Karena bahan bakar fosil yang kita gunakan selama ini terbukti memberi dampak buruk terhadap lingkungan.
Namun, meskipun energi terbarukan lebih ramah lingkungan, biaya produksinya cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan energi yang berasal dari batu bara atau minyak.
Perusahaan-perusahaan yang harus beralih ke energi terbarukan untuk memenuhi regulasi lingkungan, akhirnya harus menanggung biaya yang lebih mahal.
Dan, seperti yang sudah kita ketahui, biaya produksi yang meningkat pasti akan diteruskan ke konsumen dalam bentuk harga barang yang lebih tinggi.
Hal ini membuat biaya hidup kita semakin tinggi, bahkan tanpa kita sadari.
Jadi, kebijakan yang seharusnya bermanfaat untuk planet kita justru bisa meningkatkan biaya hidup kita dalam jangka pendek.
2. Dampak Greenflation pada Harga Barang dan Jasa
Sekarang, mari kita lihat dampak konkret greenflation terhadap harga barang dan jasa sehari-hari.
Salah satu contoh yang bisa kita lihat adalah pada harga energi.
Jika pemerintah semakin memperketat kebijakan terkait penggunaan energi terbarukan, maka biaya listrik yang kita bayar setiap bulan bisa saja naik.
Begitu juga dengan transportasi.
Pemerintah yang mendorong penggunaan kendaraan listrik atau bahan bakar alternatif lain, tentu saja akan meningkatkan biaya produksi kendaraan tersebut.
Sebagai akibatnya, harga mobil listrik dan kendaraan ramah lingkungan lainnya bisa lebih mahal.
Selain itu, barang-barang yang mengutamakan bahan baku ramah lingkungan juga bisa lebih mahal.