Jangan pedulikan tata bahasa atau struktur kalimat, yang penting adalah menuliskan apa yang ada di pikiranmu.
Menulis membantu melepaskan pikiran-pikiran itu dari kepala dan memberi ruang untuk relaksasi.
Bahkan, menulis sebelum tidur bisa membantu kamu melepaskan kecemasan dan kekhawatiran yang membuat pikiranmu terus berputar.
Setelah kamu menulis, coba baca lagi tulisanmu dan lihat apa yang sebenarnya kamu khawatirkan.
Baca Juga: 3 Panduan Lengkap Aturan Perjalanan di Berbagai Negara untuk Wisatawan Pemula
Bisa jadi banyak hal yang nggak perlu kamu pikirkan berlebihan. Ini bisa memberi perspektif baru dan membantu kamu merasa lebih tenang.
Selain itu, menulis juga membantu menciptakan rutinitas sebelum tidur, yang bisa memberi sinyal pada tubuh bahwa waktunya untuk beristirahat.
3. Mengatur Rutinitas Tidur yang Teratur
Cara ketiga untuk mengatasi overthinking adalah dengan mengatur rutinitas tidur yang teratur.
Pernah nggak kamu merasa tidurmu nggak nyenyak karena kebiasaan begadang atau sering berganti jam tidur?
Baca Juga: 3 Tips Mematuhi Aturan Perjalanan di Destinasi Populer Selama Liburan
Salah satu alasan kenapa kita bisa mengalami overthinking sebelum tidur adalah karena tubuh kita nggak mendapatkan sinyal yang jelas untuk istirahat.
Dengan memiliki rutinitas tidur yang konsisten, tubuh kita akan lebih mudah masuk ke dalam mode tidur dan menghindari kebiasaan overthinking.
Cobalah untuk tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan.
Selain itu, hindari stimulasi berat sebelum tidur, seperti menonton TV atau bermain ponsel.
Hal-hal seperti ini bisa membuat pikiranmu tetap aktif, bahkan setelah kamu memutuskan untuk tidur.