Contohnya, kamu bisa menetapkan target seperti “Hari ini, saya akan menyelesaikan dua proyek besar di kantor” atau “Saya akan menyelesaikan latihan olahraga selama satu jam setiap hari minggu ini.”
Setelah mencapainya, barulah beri penghargaan pada diri sendiri.
Hadiah itu bisa berupa sesuatu yang kamu sukai, seperti menonton film favorit, menikmati camilan enak, atau melakukan kegiatan santai lainnya.
Dengan begitu, self reward jadi lebih bermakna dan sesuai dengan usaha yang telah kamu lakukan.
Baca Juga: 3 Makanan Olahan yang Dapat Mengganggu Konsentrasi
2. Jangan Terlalu Sering Memberi Self Reward
Pernahkah kamu merasa terlalu sering memberi hadiah pada diri sendiri, sampai akhirnya hadiah itu jadi kurang spesial?
Itulah mengapa, meskipun self reward penting, jangan sampai kamu memberikannya terlalu sering tanpa pencapaian yang signifikan.
Self reward yang terlalu sering bisa membuat kita menjadi terbiasa dan kurang menghargai pencapaian yang sudah dicapai.
Selain itu, terlalu sering memberi reward bisa mengurangi motivasi untuk mencapai hal-hal lebih besar di masa depan.
Baca Juga: 3 Dampak Makan Terlalu Banyak Karbohidrat pada Kognisi
Cobalah untuk mengatur kapan waktu yang tepat untuk memberikan penghargaan pada diri sendiri.
Misalnya, setelah menyelesaikan proyek besar atau setelah berhasil menjalani rutinitas olahraga selama sebulan penuh.
Self reward yang jarang tapi bermakna akan terasa lebih memuaskan dan memberi dorongan ekstra untuk terus bekerja keras.
Jadi, pastikan memberi penghargaan pada diri sendiri hanya setelah pencapaian yang pantas dirayakan, jangan sampai setiap tugas kecil langsung dihargai.
3. Pilih Self Reward yang Sehat dan Memberikan Dampak Positif
Saat memilih hadiah untuk diri sendiri, cobalah memilih hal-hal yang sehat dan memberi dampak positif bagi kesejahteraan fisik dan mental.