Itu semua bisa jadi pengeluaran yang seharusnya bisa dialihkan ke tabungan buat beli rumah.
Nah, buat mulai menentukan prioritas pengeluaran, coba bagi pengeluaran bulanan kamu jadi beberapa kategori, misalnya:
- Pengeluaran utama (seperti biaya hidup, sewa rumah, listrik, air, dan lainnya).
- Pengeluaran kebutuhan penting lainnya (misalnya, asuransi, transportasi).
- Pengeluaran konsumtif yang bisa dikurangi (seperti belanja, hiburan, makan di luar).
Dengan mengetahui mana yang paling penting dan mana yang bisa ditunda, kamu bisa lebih mudah mengontrol pengeluaran dan menyisihkan uang buat menabung beli rumah.
Jangan lupa, selalu ingat kalau membeli rumah adalah tujuan utama, jadi pengeluaran yang gak penting harus dikurangi atau bahkan dihindari.
Baca Juga: 3 Cara Mengatur Anggaran untuk Liburan Pertama ke Luar Negeri
2. Menetapkan Target Tabungan Setiap Bulan
Setelah menentukan prioritas, langkah selanjutnya adalah menetapkan target tabungan setiap bulan.
Gak ada yang namanya target tabungan yang terlalu kecil.
Kuncinya adalah konsisten dan realistis.
Coba hitung berapa banyak uang yang kamu butuhkan untuk membeli rumah dan tentukan berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk mencapainya.
Misalnya, kalau kamu mau membeli rumah seharga Rp500 juta dalam waktu 5 tahun, coba bagi jumlah itu dengan jumlah bulan yang ada dalam 5 tahun (60 bulan).
Baca Juga: 3 Tips Mencari Tiket Pesawat Murah untuk Liburan Pertama
Ini akan memberi kamu gambaran berapa banyak yang perlu kamu tabung setiap bulan.
Dengan begitu, kamu bisa fokus menabung setiap bulan dan selalu tahu berapa banyak yang harus disisihkan untuk mencapai target tersebut.
Namun, jangan lupa juga untuk menghitung biaya tambahan lain-lain yang mungkin muncul saat membeli rumah, seperti biaya administrasi, biaya pindahan, atau biaya renovasi ringan jika diperlukan.
Menetapkan target tabungan juga bisa memotivasi kamu buat terus berhemat dan nggak mudah tergoda dengan pengeluaran yang nggak perlu.