2. Kesulitan Menghadapi Kenangan atau Pemicu Trauma
Tanda trauma lainnya yang sering terlihat adalah kesulitan dalam menghadapi kenangan atau pemicu trauma.
Pemicu trauma ini bisa berupa tempat, suara, atau bahkan situasi tertentu yang mengingatkan pada peristiwa traumatik yang terjadi.
Ketika seseorang mengalami trauma, mereka sering merasa terperangkap dalam kenangan buruk tersebut dan sulit melupakan kejadian yang menyakitkan itu.
Pada pasangan kita, kita mungkin akan melihat bahwa mereka jadi sangat menghindari situasi tertentu atau bahkan enggan untuk berbicara tentang pengalaman traumatik mereka.
Baca Juga: 3 Tips untuk Menjalin Hubungan Sehat Setelah Mengatasi Trauma
Ini bisa mengarah pada ketegangan dalam hubungan karena pasangan yang trauma mungkin terlihat sangat tertutup dan enggan berbagi perasaan atau cerita tentang masa lalu mereka.
Dalam diri kita sendiri, kita mungkin merasa gelisah atau bahkan mual saat mengingat sesuatu yang berkaitan dengan trauma kita.
Kesulitan ini bisa sangat mengganggu kehidupan sehari-hari dan bisa memengaruhi hubungan kita dengan pasangan atau keluarga.
3. Perubahan dalam Pola Tidur dan Kesehatan Fisik
Trauma juga bisa mempengaruhi pola tidur dan kesehatan fisik kita.
Baca Juga: 3 Tips Memulai Karir Freelance untuk Ibu Rumah Tangga
Banyak orang yang mengalami gangguan tidur setelah mengalami trauma. Mereka bisa mengalami insomnia atau mimpi buruk yang mengingatkan pada peristiwa traumatik.
Pada pasangan kita, kita bisa melihat mereka sering terjaga tengah malam atau bangun merasa cemas, gelisah, atau kelelahan.
Trauma juga bisa berdampak pada kondisi fisik seperti sakit kepala, nyeri tubuh, atau masalah pencernaan yang datang tanpa alasan medis yang jelas.