Sebagai gantinya, fokuslah pada apa yang kamu pelajari di pekerjaan sebelumnya dan apa yang ingin kamu capai di pekerjaan baru.
Misalnya, kamu bisa mengatakan, “Pekerjaan sebelumnya memberikan saya banyak pengalaman, namun saya merasa siap untuk tantangan yang lebih besar dan peluang yang lebih sesuai dengan passion saya.”
Dengan begitu, kamu tetap menunjukkan kejujuran tentang keinginanmu untuk berkembang tanpa merendahkan tempat kerjamu sebelumnya.
2. Jangan Terlalu Merendahkan Diri
Saat ditanya tentang kelemahan, banyak orang cenderung merendahkan diri.
Kalimat seperti “Saya tidak terlalu pandai dalam hal ini” atau “Saya merasa saya belum cukup pengalaman untuk posisi ini” bisa memberikan kesan bahwa kamu kurang percaya diri.
Baca Juga: 3 Phrases yang Perlu Dihindari untuk Meningkatkan Peluang Diterima Kerja
Padahal, perekrut lebih menghargai kandidat yang bisa mengenali kelemahan dan berusaha untuk memperbaikinya.
Daripada merendahkan diri, lebih baik kamu berbicara dengan cara yang menunjukkan kesadaran diri dan keinginan untuk berkembang.
Contohnya, jika ditanya tentang kelemahanmu, kamu bisa menjawab, “Saya pernah merasa kesulitan dalam mengelola waktu saat menghadapi banyak tugas bersamaan, tapi saya sudah mulai menggunakan beberapa teknik manajemen waktu yang membantu saya agar lebih efisien.”
Dengan jawaban seperti ini, kamu menunjukkan bahwa kamu sadar akan kekuranganmu, tetapi juga memiliki langkah konkret untuk mengatasinya.
Baca Juga: 3 Cara Mengkomunikasikan Diri dengan Baik Agar Terlihat Profesional pada Saat Wawancara
3. Hindari Kalimat yang Terlalu Berfokus pada Gaji dan Tunjangan
Tentu saja, gaji adalah salah satu pertimbangan penting dalam memilih pekerjaan, tetapi membicarakan gaji atau tunjangan terlalu awal dalam wawancara bisa memberi kesan bahwa kamu hanya tertarik dengan keuntungan material.
Kalimat seperti “Berapa gaji untuk posisi ini?” atau “Apakah ada bonus besar di perusahaan ini?” dapat membuat perekrut berpikir bahwa kamu lebih fokus pada uang daripada kontribusimu terhadap perusahaan.
Sebaliknya, cobalah untuk lebih fokus pada peluang yang bisa kamu dapatkan di perusahaan tersebut.
Kamu bisa mengatakan sesuatu seperti, “Saya tertarik dengan peluang untuk berkembang dan belajar di perusahaan ini, dan saya ingin tahu bagaimana saya bisa memberikan kontribusi yang signifikan.”