lifestyle

3 Kalimat yang Dapat Menurunkan Nilai Kamu di Hadapan Perekrut

Jumat, 7 Maret 2025 | 11:04 WIB
3 Kalimat yang Dapat Menurunkan Nilai Kamu di Hadapan Perekrut (freepik.com/@tirachardz)

Sebagai gantinya, kamu bisa menjawab dengan cara yang lebih jujur dan positif, seperti, “Salah satu kelemahan saya adalah kadang saya terlalu fokus pada detail, tapi saya sudah berusaha untuk lebih memprioritaskan hasil akhir dan mengelola waktu dengan lebih baik.”

Dengan menjawab seperti ini, kamu menunjukkan bahwa kamu sadar dengan kekuranganmu dan bekerja untuk memperbaikinya, yang jauh lebih mengesankan.

2. “Gaji Saya Bisa Dinegosiasikan”

Tentu saja, gaji adalah salah satu topik penting dalam wawancara, dan setiap orang ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman mereka.

Baca Juga: 3 Cara Mengkomunikasikan Diri dengan Baik Agar Terlihat Profesional pada Saat Wawancara

Namun, mengucapkan kalimat seperti “Gaji saya bisa dinegosiasikan” tanpa memberikan kisaran angka yang jelas bisa memberi kesan bahwa kamu tidak siap atau tidak tahu berapa nilai dirimu.

Perekrut biasanya ingin melihat apakah kamu sudah melakukan riset mengenai standar gaji untuk posisi yang kamu lamar.

Jika kamu hanya mengatakan “Gaji saya bisa dinegosiasikan”, pewawancara mungkin merasa kamu tidak siap atau tidak tahu seberapa banyak kamu layak dibayar.

Alih-alih menggunakan kalimat tersebut, cobalah untuk memberikan rentang gaji yang sesuai dengan risetmu, misalnya, “Berdasarkan riset saya, gaji untuk posisi ini di pasar biasanya sekitar X hingga Y, dan dengan pengalaman serta keterampilan saya, saya merasa rentang tersebut sesuai.”

Jawaban seperti ini menunjukkan bahwa kamu sudah siap dan tahu nilai dirimu, yang tentunya akan membuat kesan yang lebih baik.

Baca Juga: 3 Tips Mengenali Pemimpin Efektif di Tempat Kerja

3. “Saya Tidak Suka Bekerja dalam Tim”

Meskipun ada beberapa pekerjaan yang mengharuskan karyawan untuk bekerja secara mandiri, hampir semua perusahaan menginginkan orang yang bisa bekerja dalam tim.

Berkata “Saya tidak suka bekerja dalam tim” bisa memberi kesan bahwa kamu tidak fleksibel atau tidak bisa berkolaborasi dengan orang lain.

Padahal, kolaborasi dan kerja tim adalah keterampilan penting di hampir semua pekerjaan, terutama di lingkungan profesional yang dinamis.

Jika kamu mengatakan ini, perekrut mungkin akan merasa ragu apakah kamu cocok dengan budaya kerja di perusahaan mereka.

Jika kamu memang lebih suka bekerja mandiri, kamu bisa menjelaskan dengan cara yang lebih positif, misalnya, “Saya memang lebih suka bekerja secara mandiri, tetapi saya juga sangat menghargai kolaborasi dalam tim, terutama ketika ada proyek yang membutuhkan berbagai perspektif dan keterampilan.”

Halaman:

Tags

Terkini