Beberapa ahli juga mengatakan bahwa mengalihkan perhatian anak ke atas akan lebih membantu. Anda bisa mengarahkan anak Anda untuk melihat ke arah langit, burung, pohon atau gedung.
4. Diamkan anak sejenak
Cara lain mengatasi balita yang tantrum adalah dengan mendiamkannya sejenak seolah tidak terjadi apa-apa.
Baca Juga: Info Loker Buat Yang Mau Jadi Content Specialist, Cek Apa Saja Persyaratannya!
Metode ini cukup efektif pada beberapa anak yang tantrum. Terkadang anak membutuhkan waktu sendiri untuk meluapkan emosinya.
Beberapa saat kemudian, barulah orang tua membantu anak untuk merasa tenang.
5. Validasi perasaan anak
Anak membutuhkan validasi atas apa yang telah dilakukannya. Anak ingin orang tua mengetahui keinginan serta perasaannya.
Baca Juga: Pesawat Air Busan di Korsel Terbakar, Penerbangan Negeri Gingseng Jadi Sorotan
Tunjukkan gestur tubuh dan kata-kata bahwa orang tua mengerti apa yang dimaksud oleh anak namun bukan berarti semua keinginan anak harus dikabulkan.
Berikan alasan yang logis mengapa keinginannya tidak bisa dikabulkan misalnya anak ingin dibelikan mainan.
Anda bisa mengatakan “besok kita beli ya, tunggu uang kita cukup dulu” atau “besok kita kesini lagi, sekarang sudah sore waktunya kita pulang”.
Alternatif lainnya yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah berkonsultasi pada dokter dan psikolog apabila gejala tantrum pada anak dirasa masih berlebihan.
Namun satu hal yang bisa orang tua tanamkan pada anak adalah tidak semua keinginan anak harus diwujudkan dalam satu waktu.