Namun, mereka melakukannya tanpa menggunakan gambaran mental.
Afantasia juga dapat memengaruhi cara seseorang mengingat suatu kenangan.
Orang dengan afantasia tidak mengingat semua detail visual spesifik yang dapat diingat oleh orang tanpa sifat ini.
Mereka cenderung berpikir tentang hal-hal secara lebih konseptual, atau sebagai ide-ide abstrak.
Ciri ini bahkan dapat meluas ke indra lain selain penglihatan, semisal seseorang dengan afantasia mungkin tidak dapat membayangkan mendengar suara.
Namun, hal ini tidak menghentikan mereka untuk mengenalinya.
Baca Juga: 3 Tanda Kamu Terlalu Mandiri Dalam Menjalani Suatu Hubungan
Sekarang bayangkan kita sedang memakan kue cokelat.
Kebanyakan orang tidak benar-benar merasakan rasa kue di mulut mereka.
Namun, mereka tahu ciri-ciri apa yang membuat kue cokelat terasa seperti kue cokelat.
Bagi penderita afantasia, mungkin begitulah cara mereka "memvisualisasikan" sesuatu — dengan ciri-ciri dan sifat.
Ahli biologi Amerika Craig Venter memimpin tim yang pertama kali mengurutkan genom manusia.
Ia menganggap sebagian pencapaian ilmiahnya berkat afantasia yang dialaminya.
Ia yakin hal itu membantunya berpikir tentang informasi yang kompleks dengan cara yang unik dan mengembangkan solusi baru. ***