Dalam kesempatan yang sama, Mark juga menjelaskan ciri-ciri Gen Beta yang diperkirakan akan menunjukkan keunikan tersendiri.
Pertama, generasi baru ini akan sangat terampil dalam teknologi karena mereka dibesarkan di tengah kemajuan AI, sehingga mereka sangat mahir dalam menggunakan perangkat digital.
Kedua, kesadaran sosial dari generasi ini akan lebih fokus pada isu-isu perubahan iklim dan ketidaksetaraan sosial.
Mark menyoroti hal menarik mengenai Gen Beta dengan memprediksi bahwa gaya hidup mereka akan lebih banyak dipengaruhi oleh teknologi yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Doa Niat Puasa Ganti Ramadhan Karena Haid
"Mereka (Gen Beta) mungkin akan menyadari isu global seperti perubahan iklim dan kesenjangan sosial," terang Mark.
"Bukan tidak mungkin jika mereka juga akan banyak memilih gaya hidup yang berbau teknologi terbarukan dan berkelanjutan," lanjutnya.
Mewarisi Kesukaan Kuliner Orang Tuanya
Majalah Forbes, menyoroti hal menarik dari Gen Beta terkait dunia makanan.
Baca Juga: Bacaan Istighfar di Bulan Rajab untuk Mendapatkan Ampunan dari Allah
"Ini bukan tentang memprediksi makanan favorit atau tradisi kuliner Beta, tapi mengenali unsur yang membentuk dunia makanan mereka," tulis Forbes dalam artikel yang tayang pada 2 Januari 2025.
Forbes juga menuturkan, Gen Beta akan terbentuk dari kebiasaan pilihan kuliner orang tua mereka yang paling tua lahir sebagai Gen Milenial (1981-1996).
Gen Beta diprediksi akan menciptakan gagasan baru dalam dunia kuliner dari pengamatan terhadap kesukaan orang tua mereka.
"Kondisi awal akan menciptakan hal-hal baru dalam dunia kuliner berdasarkan identitas makanan versi mereka sendiri," ungkap Forbes.
Berkaca dari hal itu, pada era teknologi masa kini terkhusus di media sosial (medsos) juga terdapat istilah-istilah viral yang muncul dari generasi sebelum Beta, yakni Gen Z dan Gan Alpha.