Kepala LLDIKTI IX Sebut Kolaborasi Bukanlah Hal Yang Haram Dalam Memajukan Dunia Penelitian di Sulsel

photo author
Hariyani, Klik Saja
- Sabtu, 1 April 2023 | 05:35 WIB
Talkshow LLDIKTI
Talkshow LLDIKTI

KlikSAJA, Makassar--LLDIKTI WiLayah IX kembali menggelar talkshow dengan tema Tips dan Trik lolos Penelitian & Pengabdian Masyarakat di Aplikasi Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BIMA)

Kegiatan ini menghadirkan Rektor Universitas Bosowa Makassar dan Reviewer Research and Journal, Prof Dr Batara Surya MSi dan Direktur Pasca Sarjana Universitas Bosowa Makassar dan Reviewer Research and Journal, Prof Dr Ir Andi Muhibuddin MS.

Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman memaparkan, 3 butir kewajiban dari tri dharma perguruan tinggi adalah Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan tugas yang diemban oleh seluruh civitas academica perguruan tinggi.

Diharapkan ada keseimbangan melalui tiga pilar ini saat mewujudkan kariernya di dunia pendidikan. Beliau juga menyampaikan, bahwa menurut data yang ada selama ini, LLDIKTI IX selalu berada di peringkat ke VI atau yang terbaik di luar pulau Jawa dalam hal penelitian dan pengabdian.

Baca Juga: JK Beri Selamat PSM, Beri Kegembiraan Bagi Warga Sulsel

“Namun upaya akan terus kita lakukan dengan mencoba beberapa skema, seperti yang kita lakukan pada hari ini. Kita atau para dosen semua yang berada di lingkup LLDIKTI IX, jangan maunya besar sendiri. Tidak boleh! Ketika teman-teman sudah mandiri atau sudah Utama, tolong memberikan pembinaan kepada yang masih di bawah. Mari kita selalu berbagi antar perguruan tinggi. Saya kepengin melihat Lembaga Penelitian di perguruan tinggi bisa tumbuh bersama, dimana sebuah kolaborasi adalah bukan sesuatu yang haram. Dan kita mengundang beliau berdua, karena hebat penelitian dan jurnalnya,” pungkas Andi Lukman.

Dalam opening speechnya, Prof Dr Batara Surya MSi menyampaikan, ketika riset akan dilakukan yang paling utama adalah niat, karena itu adalah dasar atau pijakan utama seseorang.

Lalu yang kedua, seorang dosen harus mengenali jati dirinya sendiri. Dimana seorang dosen harus memahami karakter keilmuannya. Seseorang yang berangkat dari karakter keilmuan, pasti paham orientasi dan arah yang akan dituju.

Baca Juga: IAS Sebut Pemain Muda PSM Kunci Kemenangan

“Paling basic, seorang peneliti harus memahami karakter keilmuannya, karena dari dasar itu, kita akan menemukan warna atau spesifikasi kita apa. Saya yakin, kita punya banyak varian keilmuan. Tapi ketika kita menonjol pada aspek tertentu, maka itulah yang harus kita kembangkan dari waktu ke waktu,” jelas Batara Surya.

Menurut beliau, dosen yang memiliki karakteristik keilmuan biasanya punya publikasi yang baik dan biasanya akan mudah diterima oleh publisher. Itu intinya. Maka, pada saat kita sebagai dosen tidak paham basic keilmuan kita, akan sulit melakukan riset.

“Jadi, kenali siapa diri anda, pahami siapa anda kemudian bagaimana membangun by designnya, by conceptnya. Hal yang penting di dalam membangun riset adalah memahami konsep dan desain metodologi. Karena jika kita sudah paham kedua hal ini, apapun riset kita pasti akan maksimal hasilnya. Kita juga harus berani mencoba hal-hal yang baru,” paparnya.

Lebih lanjut, menurut Prof. Dr. Ir. Andi Muhibuddin, MS., ada perubahan regulasi pada 2023 dalam pengajuan proposal penelitian.

Baca Juga: PSM Juara Liga I, Kapolrestabes Pimpin Pawai

“Bahwa untuk mengajukan proposal penelitian sekarang ini berdasar pada angka di Sinta Skor akumulasi atau keseluruhan. Dengan kebijakan baru ini, tercipta ruang berkompetisi yang lebih lebar. Sehingga kita bisa berkompetisi dengan yang senior-senior kita yang punya reputasi tinggi” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hariyani

Tags

Rekomendasi

Terkini

X