Apa Itu Pengaruh Buruk Internalized Misogyny Pada Wanita? Bagaimana Mengatasinya?

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 4 September 2025 | 15:57 WIB
Ilustrasi Internalized Misogyny (independent)
Ilustrasi Internalized Misogyny (independent)

KLIK SAJA - Pernahkah sobat Klik Saja menjumpai seorang perempuan yang menjatuhkan, memojokkan, atau merendahkan perempuan lain demi terlihat lebih hebat?

Atau mungkin saja, kamu sendiri pernah menjadi korban ejekan hanya karena penampilanmu dianggap tidak sesuai standar mereka? Fenomena inilah yang dikenal dengan istilah internalized misogyny.

Secara sederhana, internalized misogyny merujuk pada kebencian atau ketidaksukaan ekstrem yang muncul di antara sesama perempuan, baik secara sadar maupun tidak.

Jika misogini umumnya kita kenal sebagai perilaku seksis yang dilakukan laki-laki terhadap perempuan, maka internalized misogyny justru dilakukan oleh perempuan kepada sesamanya. Mirisnya, fenomena ini kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari.

Media Sosial: Ruang Subur Internalized Misogyny

Meski kampanye kesetaraan gender semakin gencar, media sosial justru sering kali memperburuk fenomena ini.

Alih-alih menjadi wadah edukasi, platform digital kerap menjadi tempat suburnya ujaran kebencian antarperempuan.

Komunitas arisan atau acara reuni kadang menjadi ajang saling menjatuhkan tentang siapa yang paling hebat.

Kita mungkin pernah melihat konten viral yang memperlihatkan keberhasilan Wanita hebat justru dihujat, atau kasus di mana kesalahan kecil laki-laki mudah dimaafkan sementara perempuan akan dihujat habis-habisan.

Media sosial seperti tiktok menciptakan standar baru yang sempit tentang bagaimana perempuan seharusnya bersikap, berpenampilan, bahkan menentukan hobi.

Komentar seperti:

  • “Buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi, ujung-ujungnya pakai daster juga.”
  • “Ngapain sih si A deket sama si B, gatel banget jadi orang!”

Bagi siapa pun, apalagi perempuan yang mendapatkannya dari sesama perempuan, ucapan ini tentu menyakitkan.

Mengapa Bisa Terjadi?

Perempuan yang melakukan internalized misogyny biasanya merasa rendah diri dan meragukan nilai-nilai feminin dalam dirinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber, Good News From Indonesia

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X