Mengenal Musik ‘Fado’ Dari Portugal, Nenek Moyang Keroncong yang Melankolis

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 14 Juli 2025 | 16:09 WIB
Para Musisi Sado awal abad 20 (cultural reads)
Para Musisi Sado awal abad 20 (cultural reads)

KLIK SAJA - Fado adalah sebuah genre musik yang dapat ditelusuri asal-usulnya hingga tahun 1820-an di Lisboa (Lisbon), Portugal, meskipun kemungkinan besar akarnya sudah ada jauh sebelum itu.

Usut punya usut, musik Fado merupakan akar dari Keroncong Indonesia, dimana pengaruhnya didapatkan dari pelaut Portugal yang datang ke Nusantara di abad 19.

Sejarawan dan pakar fado, Rui Vieira Nery, menyatakan bahwa, “satu-satunya informasi yang dapat dipercaya mengenai sejarah fado disampaikan secara lisan dan baru dapat ditelusuri hingga tahun 1820-an atau 1830-an paling tidak.

Walaupun asal-usulnya sulit dilacak secara pasti, fado saat ini secara umum dianggap sebagai bentuk nyanyian yang bisa membahas berbagai hal, namun tetap harus mengikuti struktur tradisional tertentu.

Dalam kepercayaan populer, fado dikenal sebagai musik yang ditandai oleh melodi sendu dan lirik yang pilu—sering kali mengenai kehidupan para pelaut atau kehidupan kaum miskin—serta dipenuhi nuansa kepasrahan, takdir, dan kesedihan.

Hal ini secara longgar direpresentasikan oleh kata dalam bahasa Portugis "saudade", yang berarti kerinduan atau rasa kehilangan yang mendalam (kehilangan yang permanen dan tak dapat diperbaiki serta membawa luka seumur hidup).

Karakteristik fado ini memiliki kemiripan dengan beberapa genre musik di bekas koloni Portugis, seperti morna dari Tanjung Verde (Cape Verde), yang kemungkinan memiliki keterkaitan historis dengan fado dalam bentuk awalnya dan mempertahankan warisan ritmisnya.

 Koneksi fado dengan musik kelas pekerja urban dan maritim Portugal pada masa lalu juga dapat ditemukan dalam genre musik seperti modinha dari Brasil dan keroncong dari Indonesia, meskipun pada akhirnya masing-masing genre ini mengembangkan tradisinya sendiri yang mandiri.

Untuk Keroncong Indonesia, memiliki khas tersendiri pada alat musik ‘cuk’ yang memainkan tempo falsetto rumit khas Sado dan juga tembang yang dipilih pada tema perjuangan kemerdekaan.

Kata fado kemungkinan berasal dari bahasa Latin fatum, yang berarti "nasib", "kematian", atau "ucapan/perkataan".

Kata ini berkaitan erat dengan genre musik itu sendiri, dan memiliki makna yang serupa dalam kedua bahasa tersebut (Latin dan Portugis).

Fado muncul pada awal abad ke-19 di Lisboa dan diyakini berasal dari kawasan bohemian di ibu kota, seperti distrik Bairro Alto, Mouraria, dan Alfama.

Ada teori lain mengenai asal-usul fado yang dikemukakan oleh kritikus musik asal Brasil, José Ramos Tinhorão, yang berpendapat bahwa fado dibawa masuk ke Portugal oleh seorang musisi Brasil keturunan campuran bernama Domingos Caldas Barbosa pada pertengahan abad ke-18.

Terdapat banyak teori mengenai asal mula fado. Beberapa menelusurinya dari "cantigas de amigo" (nyanyian sahabat) pada era Abad Pertengahan, sebagian lagi mengaitkannya dengan pengaruh budaya Moor kuno, dan ada pula yang menunjuk pada nyanyian para budak Afrika di atas kapal laut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X