Semaraknya Idul Fitri di Bosnia Herzegovina: Momen Mengenang Para Syuhada

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 1 April 2025 | 08:30 WIB
Suasana Shalat Eid di Bosnia Herzegovina (Sarajevo Times)
Suasana Shalat Eid di Bosnia Herzegovina (Sarajevo Times)

KLIK SAJA - Idul Fitri, atau yang dikenal sebagai Bajram di Bosnia Herzegovina, adalah momen yang penuh makna bagi umat Muslim di sana.

Lebih dari sekadar perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa, Idul Fitri menjadi waktu untuk berkumpul dengan keluarga, berbagi kebahagiaan, serta mengenang para syuhada yang gugur membela agama dan tanah air.

Sejak dini hari, suasana Idul Fitri sudah terasa. Para lelaki keluarga bergegas ke masjid untuk menunaikan salat Subuh, dilanjutkan dengan salat Id.

Suara takbir menggemakan puji-pujian kepada Allah, mengingatkan semua orang akan kebesaran-Nya. Setelah salat, mereka pulang ke rumah, saling bermaafan, dan melaksanakan kewajiban Idul Fitri, termasuk membayar zakat fitrah.

Di masa lalu, menyambut Idul Fitri berarti mempersiapkan pakaian baru. Anak-anak dan orang dewasa menantikan jas atau baju baru yang dijahit khusus untuk hari istimewa ini.

Saat kini, meski tradisi menjahit pakaian sendiri sudah jarang, semangat berpenampilan rapi dan bersih tetap terjaga.

Hidangan Idul Fitri di Bosnia begitu kaya dan beragam. Menu pembuka biasanya berupa sup Bey, dilanjutkan dengan hidangan utama seperti Sarma (daun kubis berisi daging), Bosanski lonac (rebusan daging dan sayuran), Hadžijski ćevap (kebab khas Bosnia), Dolma (sayuran yang diisi daging)

Tak lengkap tanpa hidangan penutup manis seperti Baqlava (lapisan pastry dengan kenari dan sirup), Ružica (kue berbentuk mawar dengan taburan gula), Tufahije (apel isi kenari rebus dalam sirup), Halva (manisan dari tepung dan gula)

Bagi anak-anak, Idul Fitri adalah hari yang paling dinanti. Mereka mengunjungi kerabat dan tetangga untuk mengucapkan selamat, mencium tangan orang yang lebih tua, dan menerima Bajramluk—hadiah berupa uang, cokelat, atau permen.

Tradisi mencium tangan dan doa dari orang tua masih lestari hingga kini, menjadi simbol penghormatan dan kasih sayang antar generasi.

Hari Kedua: Ziarah Kubur dan Mengenang Para Syuhada

Hari pertama Idul Fitri dihabiskan bersama keluarga besar di rumah anggota tertua. Namun, hari kedua memiliki makna khusus: Hari Para Syuhada (Dan šehida).

Umat Muslim berziarah ke makam keluarga dan pejuang yang gugur, terutama para syuhada Perang Bosnia (1992-1995).

Mereka mendoakan arwah yang telah mendahului, sekaligus mengingat perjuangan dan pengorbanan mereka untuk mempertahankan Islam dan tanah Bosnia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Sarajevo Times

Tags

Rekomendasi

Terkini

X