KLIK SAJA - Ramadan adalah bulan yang selalu dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia.
Namun, bagi generasi 90an, Ramadan ternyata memiliki nuansa yang berbeda dan terasa lebih syahdu dibandingkan dengan Ramadan di era sekarang.
Kenangan tentang Ramadan di tahun 90an sering kali diwarnai dengan kebersamaan, kesederhanaan, dan kekeluargaan yang hangat.
Berikut adalah empat alasan mengapa vibes Ramadan 90an terasa lebih syahdu ketimbang jaman now.
Tidak Terdistraksi Sosial Media
Di era 90an, kehidupan tidak dipenuhi oleh distraksi sosial media seperti sekarang.
Orang-orang lebih fokus pada ibadah dan kegiatan bersama keluarga tanpa terganggu oleh notifikasi ponsel atau scrolling timeline.
Baca Juga: Ketika Ramadan Hanya Diliputi Nafsu Berburu Takjil dan Belanja Baju Baru
Saat itu, waktu berbuka puasa dihabiskan dengan berkumpul bersama keluarga, shalat tarawih berjamaah di masjid, atau sekadar bercengkerama dengan tetangga.
Tidak ada sama sekali keinginan untuk mengunggah foto takjil atau status Ramadan di media sosial, sehingga momen-momen tersebut terasa lebih tulus dan bermakna.
Nilai Tradisional Masih Kental
Ramadan di tahun 90an masih sangat kental dengan nilai-nilai tradisional.
Kegiatan seperti tadarus Al-Qur'an bersama keluarga, membuat lampion, atau menunggu bedug maghrib menjadi hal yang biasa dilakukan.
Anak-anak juga sering diajak orang tua untuk ikut sahur dan berbuka bersama, menciptakan ikatan keluarga yang kuat.