Intip Menu Sahur Para Perumus Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Yang Bertepatan Bulan Ramadan, Salah Satunya Nasi Goreng!

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 2 Maret 2025 | 11:39 WIB
ilustrasi Bung Karno dan Bung Hatta sedang menyusun teks proklamasi sembari sahur (RI)
ilustrasi Bung Karno dan Bung Hatta sedang menyusun teks proklamasi sembari sahur (RI)

KLIK SAJA - Pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, menjadi momen bersejarah yang mengubah nasib bangsa Indonesia.

Namun, di balik peristiwa besar tersebut, terdapat kisah-kisah unik yang jarang diketahui, salah satunya adalah apa saja menu sahur para perumus naskah proklamasi.

Pada saat itu, bulan Ramadan sedang berlangsung, dan para tokoh seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan Achmad Soebardjo menyempatkan diri untuk menyantap sahur sebelum melanjutkan perjuangan mereka.

Baca Juga: Perang Badar di Bulan Ramadan: Bukti Puasa Bukan Penghalang untuk Berikhtiar

Menu sahur mereka, yang terbilang sederhana namun penuh makna, turut menjadi bagian dari sejarah kemerdekaan Indonesia.

Pada malam 16 Agustus 1945, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Achmad Soebardjo bersama para pemuda seperti Sukarni, Sudiro, dan BM Diah berkumpul di kediaman Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Miyako-Doori Nomor 1 (sekarang Jalan Imam Bonjol Nomor 1), Jakarta.

Kediaman Laksamana Maeda, seorang perwira tinggi Angkatan Laut Jepang, menjadi tempat yang aman untuk merumuskan naskah proklamasi.

Ruang makan di rumah tersebut menjadi saksi bisu penyusunan teks proklamasi yang akan mengubah sejarah Indonesia.

Setelah melalui diskusi panjang dan melelahkan, naskah proklamasi akhirnya selesai dirumuskan pada dini hari 17 Agustus 1945, bertepatan dengan tanggal 9 Ramadan 1364 Hijriah.

Saat itu, waktu sahur tiba, dan para tokoh pun menyempatkan diri untuk menyantap hidangan sahur sebelum melanjutkan aktivitas mereka, apa saja menunya?

Nasi goreng menjadi menu utama sahur mereka, hidangan ini sudah populer sejak dahulu, baik penjajah Belanda dan Jepang juga menyukai menu khas nusantara ini.

Menu kedua adalah Ikan sarden menjadi sumber protein yang disajikan bersama nasi goreng, besar kemungkinan menggunakan sarden kalengan yang sudah ada pabriknya di Jakarta, menu ini kesukaan Bung Hatta.

Selanjutnya adalah telur, baik digoreng atau direbus, menjadi pelengkap yang kaya akan protein dan nutrisi.

Menu terakhir yang disantap adalah Roti, menjadi alternatif sumber karbohidrat yang disajikan sebagai pendamping nasi goreng.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X