entertainment

Review Film We Live In Time (2024), Enam Bulan Fantastis dan Proaktif Seorang Chef Kesayangan Keluarga

Selasa, 17 Desember 2024 | 23:15 WIB
Film We Live in Time sorot lika liku kehidupan pasangan yang harmonis. (IMDB)

Benih-benih cinta akhirnya timbul di antara mereka, hingga hendak memutuskan ke jenjang yang lebih serius.

Namun ada sebuah pola pikir yang awalnya berbeda di antara Tobias dan Almut, yakni mengenai anak. Sang Family-Man tentu mendambakan penerus keturunan dalam keluarga, namun sang Independent-Woman awalnya sama sekali tidak memikirkan hal tersebut.

Cinta mereka melarutkan perbedaan itu dan berhasil membangun komunikasi yang saling melengkapi, hingga sebuah musibah penyakit datang menyerang Almut.

Baca Juga: Review Film Red One (2024), Penculikkan Santa Claus Menjelang Malam Natal

Kisah Cinta yang Menggetarkan: We Live in Time Dibintangi Andrew Garfield & Florence Pugh

Adegan Detail dan Realistis

Pujian untuk sebuah adegan dramatis yang diambil oleh John Crowley, saat proses persalinan buah hati Tobias dan Almut di sebuah tempat umum.

Banyak film yang sudah sering mempertunjukkan adegan ini, namun detail dan dedikasi setiap pekerja dari artis yang terlibat, membuat momen tersebut terlihat sangat realistis.

Deg-degan yang dirasakan oleh kedua pasangan ini bisa tersalur ke penonton, meskipun tahu bahwa persalinan tersebut akan baik-baik saja menilik timeline yang sudah berserakan di awal.

Relasi Luar Biasa Andrew Garfield dan Florence Pugh Patah oleh Timeline

Seperti pernah diberitakan di media sebelumnya, bahwa untuk sebuah adegan dalam film ini Andrew Garfield dan Florence Pugh jadi sedikit "kebablasan".

Betapa tidak, chemistry yang dibangun keduanya benar-benar natural dan intens.

Membangun karakter dari pertemuan yang tidak disengaja, pada pertengahan film penonton bisa merasakan getaran bahwa masing-masing artis memang bagaikan satu jiwa, baik dalam momen pertengkaran ataupun momen romantis.

Namun sayangnya relasi luar biasa ini agak sedikit patah oleh pilihan timeline yang berserakan. Jikalau saja hanya menggunakan plot maju, mungkin penonton tidak mempunyai waktu untuk menghentikan sisi emosional yang sudah timbul.

Baca Juga: Review Film Killer Heat (2024), Plot Twist Kelam dalam Cinta Segitiga Kembar Monozigotic

Halaman:

Tags

Terkini