Anthony Hopkins Memewahkan Film Ini
Satu nama senior yang memiliki peran identik dipilih untuk memerankan Raja Herodes. Dialah Odin ayah dari Thor dan Loki, Anthony Hopkins.
Tidak sulit untuk penonton menerima perannya kali ini, meski ada perbedaan perangai dari Raja Bijaksana ke seorang "Raja yang Gila" (Mad-King).
Kehadiran Hopkins mampu memewahkan keseluruhan film, yang sebenarnya sangat minim dengan variasi set tempat syutingnya. Suara beratnya tidak hanya mengintimidasi, namun juga menyayat karena banyak dilakukan secara monolog.
Diceritakan bahwa Aristobulus (Salim Benmoussa) yang merupakan salah satu Imam Yahudi sudah memiliki pengelihatan akan kemunculan Mesias yang dinubuatkan Allah kepada Nabi Yesaya.
Herodes tentu mulai terancam dengan kabar ini dan perlahan menjadi seorang yang keji. Di titik inilah ia selalu dibayangi mimpi mengenai sosok Mesias yang dijanjikan bagi bangsa Yahudi.
Baca Juga: Review Film Heretic (2024), Psychological Horror yang Memikat dan Manipulatif
Perangai Joseph yang Easy-going, Bisa Jadi Sumber Kontroversi
Inilah tokoh yang membawa beban paling berat di film Mary, yakni Joseph (Ido Tako).
D.J Caruso dan Timothy Michel Hayes harus berimprovisasi secara hati-hati agar karakter ini tidak melukai banyak pihak, sebab di Alkitab sangat minim sekali literasi yang menggambarkan sosok Penjaga Keluarga Nazaret ini.
Mengambil usia yang tidak terlalu jauh dibandingkan Mary, Joseph juga mendapat petunjuk dari Malaikat Gabriel untuk meminang Mary menjadi tunangannya, sekalipun baru saja bertemu.
Tentu Mary menjadi sosok yang paling bimbang, namun ia tetap percaya pada garis takdirnya "terjadilah padaku menurut perkataanMu".
Hingga akhirnya, Joseph yang easy-going ini harus menerima kenyataan bahwa tunangannya tersebut mengandung tanpa sosok suami.
Dengan naskah yang tidak banyak berimprovisasi, keteguhan cinta pada pandangan pertama-lah yang membuat Joseph tulus untuk menjaga Mary dan bayi Yesus dari kejaran pasukan Herodes.