KLIK SAJA - Kolaborasi menyenangkan, inilah dua kata yang bisa dipilih untuk menggambarkan film action Weekend In Taipei (2024).
Mengusung dua aktor Hollywood yang cukup spesifik, sutradara George Huang mampu meramu naskah happy-ending khas film action Asia bersama penulis film Transporter dan Taken, Luc Besson.
Sung Kang tidak akan pernah bisa lepas dari karakter Han di waralaba Fast and Furious, sedangkan Luke Evans menjadi karakter Owen Shaw di film yang sama. Di film yang mengambil gambar di Amerika Serikat dan Taiwan ini, keduanya bertukar peran protagonis ke antagonis.
Lalu siapa yang mengendalikan mobil balap cepat agar nuansa Fast and Furious tidak hilang? Pemilihan aktris Gwei Lun-mei yang dewasa menjadi penyeimbang sempurna dari karakter dua bintang laki-laki di atas.
Film action dengan rating R (Restricted) berdurasi 1 jam 40 menit ini diproduksi oleh Ketchup Entertainment secara cukup matang dengan mempertimbangkan hal yang kerap dilupakan pelaku film idealis, yakni sponsor.
Pesan Greenpeace yang Disampaikan Karakter Raymond
Film Weekend In Taipei mengambil alur maju-mundur menggunakan ingatan dari masing-masing karakter untuk menjahit rangkaian cerita yang sebenarnya ada pada durasi 15 tahun lamanya.
Pada beberapa titik memang terkesan berlebihan ketika memori tersebut saling diperdebatkan satu sama lain, tetapi langkah ini cukup wajar untuk memberikan efek plot twist di pertengahan film.
Ya, langsung saja plot twist tersebut adalah karakter Raymond (diperankan Wyatt Yang). Bocah lima belas tahun ini yang paling getol mengkritisi usaha ayah sambungnya, seorang billionaire bernama Kwang (Sung Kang).
Usaha kasat mata dari Kwang Corp adalah bergerak di dunia maritim khususnya perikanan, namun Kwang sedari awal menjadi seorang mafia lewat pergerakan narkoba yang juga digelutinya hingga belahan dunia lain.
Sekalipan hanya menjadi "usaha sampingan", caranya menangkap ikan cukup membuat Raymond dan masyarakat Taipei kesal karena melakukan pembunuhan ilegal terhadap lumba-lumba sekaligus perusakan ekosistem laut.
Ya, memang terkesan dipaksakan, namun mungkin proposal naskah berbau Greenpeace inilah yang menarik minat banyak sponsor untuk datang.