Crazy Little Thing Called Love (2010), Film Komedi Romantis Thailand Yang Manis dan Penuh Perjuangan

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 27 Februari 2025 | 05:10 WIB
cover film Crazy Little Things Called Love (2010) (blogger)
cover film Crazy Little Things Called Love (2010) (blogger)

KLIK SAJA - First Love (A Little Thing Called Love), atau yang dikenal juga sebagai Crazy Little Thing Called Love, merupakan film komedi romantis Thailand yang dirilis pada 12 Agustus 2010.

Sekilas secara judul, sangat mirip dengan lagu populer yang dibawakan oleh Queen, namun pada film ini sama sekali tidak unsur dari Freddy Mercury dan kawan-kawan.

Film ini sukses menyita perhatian penonton berkat alur cerita yang manis, akting memukau dari dua bintang film Thailand, Mario Maurer dan Pimchanok Luevisadpaibul, serta pesan inspiratif tentang cinta dan perjuangan.

Baca Juga: Review Film Moonrise Over Egypt (2018), Kisahkan Heroisme Diplomasi Indonesia di Awal Kemerdekaan

Film ini tidak hanya menjadi favorit di Thailand, namun juga meraih popularitas di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.

Sinopsis Film

Film ini mengisahkan perjalanan cinta seorang gadis bernama Nam (Pimchanok Luevisadpaibul) yang jatuh cinta pada seniornya, Shone (Mario Maurer), ketika masih duduk di bangku SMP.

Nam, yang pada mulanya dianggap biasa-biasa saja, berusaha keras mengubah dirinya agar bisa menarik perhatian Shone.

Dari mulai mencoba menjadi lebih cantik, berprestasi di sekolah, sampai melakukan hal-hal kecil yang membuatnya semakin dekat dengan sang pujaan hati.

Namun, kisah cinta mereka tidak berjalan mulu seperti yang diharapkan.

Shone, yang dikenal sebagai sosok penyayang binatang dan peduli pada orang lain, ternyata memiliki rahasia tersendiri.

Baca Juga: Review Film Children of Heaven (1997), Tontonan Wajib Saat Ramadan, Inspiratif dan Cocok Untuk Anak-Anak

Pada masa perjuangan Nam untuk mendapatkan cinta Shone, ia juga harus menghadapi tantangan lain, seperti keinginannya untuk meraih peringkat pertama di sekolah agar bisa berkunjung ke Amerika.

Sembilan tahun kemudian, Nam tanpa dinyana berhasil menjadi seorang desainer terkenal di New York.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X