Fenomena Daya Beli Turun tapi Penjualan Meningkat
Dalam kesempatan yang sama, Rhenald menjelaskan bahwa istilah ‘Lipstick Effect’ pertama kali diperkenalkan oleh Leonard Lauder, Chairman Emeritus The Estee Lauder Companies Inc., pada saat terjadinya tragedi 9/11 di Amerika Serikat. Pada waktu itu, masyarakat mengalami penurunan daya beli yang signifikan dan kesulitan dalam mencari pekerjaan. Namun, Lauder mencatat fenomena menarik di mana penjualan lipstik justru mengalami peningkatan.
“Hal ini menciptakan apa yang disebut sebagai kemewahan yang terjangkau, di mana lipstik menjadi salah satu bentuk kemewahan dengan harga yang relatif terjangkau. Selain itu, produk perawatan kulit juga terbukti banyak diminati selama masa pandemi COVID-19,” jelas Rhenald.
Melihat situasi tersebut, sebelumnya telah beredar informasi bahwa pihak perbankan menyarankan pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil langkah-langkah mitigasi terkait penurunan daya beli masyarakat.
Di sisi lain, persoalan pengangguran juga masih menjadi salah satu hal krusial yang membayangi Indonesia. Berikut ini ulasan selengkapnya:
Mitigasi Risiko Penurunan Daya Beli
Dalam kesempatan lain, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menyatakan bahwa pemerintah Republik Indonesia perlu mengambil langkah untuk mengurangi kemungkinan penurunan daya beli masyarakat akibat penerapan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12 persen.
“Pemerintah harus memprioritaskan mitigasi risiko penurunan daya beli melalui program-program kesejahteraan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ungkap Josua dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Senin, 23 Desember 2024.
Josua menekankan pentingnya bagi pemerintah untuk memastikan bahwa berbagai insentif yang disiapkan dapat melindungi daya beli masyarakat dari efek penerapan PPN 12 persen.
“Kebijakan ini sangat tepat untuk memperkuat pendekatan fiskal, asalkan kompensasi dalam bentuk insentif benar-benar efektif dalam menjaga daya beli masyarakat yang rentan,” jelas Josua.
"Apalagi pemerintah memastikan bahwa barang kebutuhan pokok, jasa kesehatan, pendidikan, dan transportasi umum bebas PPN," tandasnya.
Menekan Angka Pengangguran
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah penduduk angkatan kerja yang menganggur tercatat sebanyak 7,47 juta orang pada Agustus 2024, atau menurun sebanyak 390 ribu orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Artikel Terkait
Emilia Perez Catat Rekor Baru di Oscar 2025, Film Non Inggris Paling Banyak Dinominasikan hingga Transgender Pertama untuk Best Actress
Sir Paul McCartney: Jangan Biarkan AI Hilangkan Kreativitas Para Pemusik Sejati
Sutradara Pastikan Squid Game 3 Tayang Lebih Cepat dari Jadwal
Rekap BRI Journalism 360 Promedia di Kota Medan: Peluang Mahasiswa Sukses Jadi Content Creator hingga Bisnis Digital Bagi Pengusaha Media!
Bantu Industri Film Naik Lagi, Film Baru Xiao Zhan Jadi Favorit Penonton Saat Libur Panjang Imlek di China