Menyoroti Keramaian Libur Imlek 2025, Cerminkan Fenomena 'Lipstick Effect': Daya Beli Lesu tapi Banyak Warga yang Liburan

photo author
- Jumat, 31 Januari 2025 | 09:32 WIB
Menyoroti Keramaian Libur Imlek 2025, Cerminkan Fenomena 'Lipstick Effect': Daya Beli Lesu tapi Banyak Warga yang Liburan (Ilustrasi keramaian masyarakat dalam perayaan liburan Tahun Baru Imlek 2025. (Unsplash.com / Hanny Naibaho))
Menyoroti Keramaian Libur Imlek 2025, Cerminkan Fenomena 'Lipstick Effect': Daya Beli Lesu tapi Banyak Warga yang Liburan (Ilustrasi keramaian masyarakat dalam perayaan liburan Tahun Baru Imlek 2025. (Unsplash.com / Hanny Naibaho))

 

KLIK SAJA - Arus balik liburan Tahun Baru Imlek 2025 menyebabkan terjadinya kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek pada Rabu, 29 Januari 2025.

Kemacetan kendaraan dari arah Cikampek menuju Jakarta mulai terlihat pada sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB, di mana petugas lalu lintas mulai menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem contraflow satu lajur dari KM 55 hingga KM 47 di jalur Tol Jakarta-Cikampek.

Karena tingginya volume kendaraan saat arus balik liburan Imlek 2025, petugas memperpanjang penerapan contraflow satu lajur dari KM 65 sampai KM 47 di ruas Tol Jakarta-Cikampek sekitar pukul 18.00 WIB.

Selama periode libur panjang ini, PT Jasamarga Transjawa Tol mengingatkan para pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan di tengah kepadatan kendaraan akibat arus balik liburan Imlek 2025.

Baca Juga: Serupa namun Tak Sama, Pedagang Es Teh Dapat Pujian dan Hadiah Rp100 Juta, Penjual Telur Gulung Ini Dicibir Gegara ‘Ngepruk’ Harga Tinggi

Terkait kepadatan lalu lintas dalam suasana libur panjang ini, Pakar Bisnis, Profesor Rhenald Kasali menilai masyarakat kini mencari hiburan yang terjangkau dalam rangka mendapatkan kebahagiaan.

Rhenald menyoroti masa liburan panjang Imlek 2025 ini membuat tempat-tempat hiburan dipenuhi pengunjung hingga menyebabkan kemacetan.

"Libur panjang, jalanan macet kembali, dan hari libur tahun ini diperkirakan lebih dari 100 hari dalam setahun, banyak libur ditambah sabtu minggu," ujar Rhenald melalui akun Instagram @rhenald.kasali, pada Rabu, 29 Januari 2025.

Dari sisi yang lain, pakar bisnis itu juga menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang saat ini diwarnai penurunan daya beli hingga pemutusan hubungan kerja alias PHK.

Baca Juga: Ciye! Salma Salsabil dan Dimansyah Laitupa Resmi Menikah, Tambah Daftar Pasangan Musisi Indo yang Melenggang ke Pelaminan

"Kenapa jalan tetap ramai? Padahal, banyak yang mengatakan daya beli turun, jumlah kelas menengah berkurang, pengangguran banyak, orang kena PHK banyak," tutur Rhenald.

Rhenald menyebut, umumnya masyarakat mencari kemewahan untuk mendapatkan kebahagiaan dengan cara yang terjangkau, yakni melakukan aktivitas liburan.

"Masyarakat selalu mencari kemewahan bagi dirinya, untuk mendapatkan kebahagiaan, tetapi yang dicari adalah semakin yang terjangkau, liburan," terangnya.

Rhenald mengungkap, fenomena itu kerap disebut dengan istilah 'Lipstick Effect' sebuah kondisi perubahan gaya konsumsi masyarakat dalam kondisi ekonomi tertentu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X