Review Film The Goat Life (2024): Pasir dan Air Mata Najeeb dalam Perjuangannya di Tanah Saudi

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Selasa, 31 Desember 2024 | 14:09 WIB
Poster Film The Goat life (2024) (IMDb)
Poster Film The Goat life (2024) (IMDb)

KLIK SAJA - Diangkat dari novel berjudul Aadujeevitham karya Benyamin, The Goat Life (2024) bukan sekadar film drama survival biasa.

Disutradarai dan diproduseri oleh Blessy, film ini membawa kita menyelami kisah nyata Najeeb Muhammed, seorang pekerja migran yang mengalami pengalaman pahit di tanah Arab Saudi pada awal 1990-an.

Lebih dari sekadar hiburan, The Goat Life menawarkan potret yang jujur dan menyentuh tentang perjuangan manusia menghadapi kondisi ekstrem dan perlakuan tidak manusiawi.

Banyak kritik positif membanjiri film berdurasi 2 jam 53 menit ini, terutama performa aktor utama Prithviraj Sukumaran. Para voters di IMDb memberikan nilai sebesar 7.1/10.

Baca Juga: Review Film Ghostlight (2024): Ketika Panggung Teater Menjadi Pelipur Lara di Tengah Kelamnya Hidup

Kisah Najeeb Terjebak di Padang Tandus

Najeeb Muhammed (diperankan dengan luar biasa oleh Prithviraj Sukumaran), seorang pemuda dari Kerala, India, bermimpi mencari nafkah di Arab Saudi untuk memperbaiki kehidupan keluarganya.

Pada awal 1990-an, ia berangkat ke sana dengan harapan bekerja di bidang konstruksi. Namun, sesampainya di sana, ia ditipu oleh seorang agen dan dijual sebagai penggembala kambing di sebuah peternakan terpencil di tengah gurun.

Kehidupan Najeeb berubah drastis. Ia dipaksa bekerja tanpa henti di bawah terik matahari gurun yang menyengat, dengan makanan dan air yang sangat minim. Ia terisolasi dari dunia luar, tanpa komunikasi dengan keluarganya. Perlakuan yang ia terima sangat buruk, bahkan cenderung seperti perbudakan. Ia hidup bersama kambing-kambing, makan apa yang mereka makan, dan tidur di tempat yang sama.

Film ini menggambarkan dengan detail dan tanpa tedeng aling-aling penderitaan fisik dan mental yang dialami Najeeb. Ia mengalami dehidrasi parah, kelaparan, dan penyakit.

Kesepian dan kerinduan akan keluarga juga menyiksanya. Namun, di tengah kondisi yang putus asa itu, Najeeb tetap mempertahankan harapan dan tekad untuk bertahan hidup.

Setelah bertahun-tahun dalam perbudakan, Najeeb akhirnya berhasil melarikan diri bersama seorang pekerja migran lainnya. Perjalanan melarikan diri mereka melintasi gurun yang luas dan berbahaya juga digambarkan dengan dramatis. Mereka menghadapi berbagai rintangan, termasuk kehausan, kelelahan, dan ancaman dari para pengejar.

Baca Juga: Review Film One More Shot (2024), Serasa Nonton Langsung Aksi Heroik Scott Adkins

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X