Review Film Heretic (2024), Psychological Horror yang Memikat dan Manipulatif

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Jumat, 13 Desember 2024 | 06:25 WIB
Poster Film Heretic (2024) (A24 via heretic.movie)
Poster Film Heretic (2024) (A24 via heretic.movie)

Satu poin yang dikedepankan sang tokoh antagonis, adalah iterasi yang dilakukan agama-agama di dunia untuk menciptakan kontrol. Ia menganalogikan dengan terbitan populer permainan monopoli.

Iterasi merupakan proses pengulangan yang dilakukan secara bertahap untuk menyelesaikan suatu masalah, dan sang antagonis percaya agama adalah salah satu pelaku terbesarnya.

Efek psikologi diberikan oleh Mr Reed hingga kedua suster ini tersadar mereka masuk dalam sebuah perangkap penculikkan.

Baca Juga: Review Film Venom : The Last Dance (2024) : Sebuah Perpisahan Dramatis Eddie Brook dan Symbiote Baik Hati

Salah satu scene dari film Heretic
Salah satu scene dari film Heretic (A24 via independent.ie)

Iman Menyelesaikan Semua Tipu Daya

Tentu penonton ingin mendapatkan gambaran rahasia besar yang disimpan Mr Reed, seperti momen ketika Pieces of Eden ditunjukkan pada buku Assasin's Creed atau ketika Eve ditampilkan pada buku Sanctus karya Simon Toyne.

Namun karena film Heretic ternyata lebih menyerang psikologi dua suster misionaris tersebut sekaligus penonton, sutradara Scott Beck dan Bryan Woods memberikan solusi yang paling tepat dan aman, yakni iman.

Pintu "Belief" yang dipilih kedua suster untuk keluar dari rumah labirin Mr Reed merupakan analogi yang paling mendasar mengenai konsep cerita yang cukup brilian ini.

Namun tidak ada gading yang tak retak, semua tipu daya Mr Reed diselesaikan secara detail oleh karakter yang ternyata sejeli Sherlock Holmes. 

Ya, ini seperti mau tidak mau bagi kedua sutradara, mengingat minimnya tokoh di dalam film yang sangat mengedepankan micro-expression ini.

Baca Juga: Review Film The Children's Train (2024), Masa Kecil Violinist Tenar di Napoli Paska Perang Dunia II

Bukan Menghujat Gereja dan Film yang Direkomendasikan

Secara keseluruhan, Heretic tidak bermaksud menyampaikan penistaan terhadap Gereja terkhusus Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir.

Bahkan ketika membaca review bebas dari pihak yang mengaku misionaris juga, mereka sama sekali tidak tersinggung karena informasi yang ada di dalamnya merupakan hal yang sudah ada di dunia maya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X