Satu poin yang dikedepankan sang tokoh antagonis, adalah iterasi yang dilakukan agama-agama di dunia untuk menciptakan kontrol. Ia menganalogikan dengan terbitan populer permainan monopoli.
Iterasi merupakan proses pengulangan yang dilakukan secara bertahap untuk menyelesaikan suatu masalah, dan sang antagonis percaya agama adalah salah satu pelaku terbesarnya.
Efek psikologi diberikan oleh Mr Reed hingga kedua suster ini tersadar mereka masuk dalam sebuah perangkap penculikkan.
Iman Menyelesaikan Semua Tipu Daya
Tentu penonton ingin mendapatkan gambaran rahasia besar yang disimpan Mr Reed, seperti momen ketika Pieces of Eden ditunjukkan pada buku Assasin's Creed atau ketika Eve ditampilkan pada buku Sanctus karya Simon Toyne.
Namun karena film Heretic ternyata lebih menyerang psikologi dua suster misionaris tersebut sekaligus penonton, sutradara Scott Beck dan Bryan Woods memberikan solusi yang paling tepat dan aman, yakni iman.
Pintu "Belief" yang dipilih kedua suster untuk keluar dari rumah labirin Mr Reed merupakan analogi yang paling mendasar mengenai konsep cerita yang cukup brilian ini.
Namun tidak ada gading yang tak retak, semua tipu daya Mr Reed diselesaikan secara detail oleh karakter yang ternyata sejeli Sherlock Holmes.
Ya, ini seperti mau tidak mau bagi kedua sutradara, mengingat minimnya tokoh di dalam film yang sangat mengedepankan micro-expression ini.
Baca Juga: Review Film The Children's Train (2024), Masa Kecil Violinist Tenar di Napoli Paska Perang Dunia II
Bukan Menghujat Gereja dan Film yang Direkomendasikan
Secara keseluruhan, Heretic tidak bermaksud menyampaikan penistaan terhadap Gereja terkhusus Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir.
Bahkan ketika membaca review bebas dari pihak yang mengaku misionaris juga, mereka sama sekali tidak tersinggung karena informasi yang ada di dalamnya merupakan hal yang sudah ada di dunia maya.
Artikel Terkait
Review Film The Silent Hour (2024), Suguhan Thriller-Action Apik Tak Hanya Bagi Penyandang Tuna Rungu
Review Film Mission Imposible The Final Reckoning: Melanjutkan Kisah Ethan Hunt
Review Film Aftermath (2024), Penyanderaan dengan Maksud yang Bias di Jembatan Tobin
Review Film The Children's Train (2024), Masa Kecil Violinist Tenar di Napoli Paska Perang Dunia II
Review Film Venom : The Last Dance (2024) : Sebuah Perpisahan Dramatis Eddie Brook dan Symbiote Baik Hati
Review Film Weekend In Taipei (2024), Kolaborasi Menyenangkan Luke Evans dan Sung Kang yang Penuh dengan Sponsor