KLIK SAJA - Sebuah film thriller-action bertema kriminal disuguhkan secara spesial oleh penulis naskah Dan Hall dan sutradara Brad Anderson. The Silent Hour, film yang berdurasi hanya 99' menit, menjadi terasa cukup panjang karena banyak menggunakan bahasa isyarat. Tetapi tenang saja, film ini bukan hanya ditujukan kepada rekan-rekan tuna rungu saja ya.
Awalnya tentu banyak yang menebak, bahwa karakter utama Detektif Frank Shaw yang diperankan oleh Joel Kinnaman bakal punya kemampuan khusus layaknya Matt Murdock a.k.a Daredevil yang tidak bisa melihat. Namun ide cerita lebih realistis diberikan Dan Hall, dengan mengangkat ketidakmampuan mendengar menjadi sesuatu yang berusaha diterima secara dilematis oleh tokoh utamanya.
Bagi awam yang kurang paham bahasa isyarat, sangat diperlukan subtitle untuk memahami perbincangan Frank dengan saksi yang hendak ia selamatkan, yakni Ava (yang menderita tuna rungu-wicara).
Joel Kinnaman cukup dikenal sebagai pemeran RoboCop yang tayang pada tahun 2014, serta sebagai karakter Rick Flag dalam dua film The Suicide Squad besutan DC. Di film ini ia dibantu oleh artis Deaf-Talent Sandra Mae Frank sebagai Ava Fremont, serta Mark Strong yang memerankan seorang polisi rekan Frank yang bernama Doug Slater. Aktor lain yang mendukung antara lain Mekhi Phifer (memerankan Mason Lynch) dan Michael Eklund (Angel Flores)
The Silent Hour diproduksi pada tahun 2023 lewat campur tangan AGC Studios. Sementara itu, Republic Pictures yang masih anak perusahaan Paramount Global dipercaya untuk mendistribusukannya.
Baca Juga: Review Film The Count of Monte Cristo (2024), Sebuah Film Presisi dari Karya Alexandre Dumas
Musibah Franck Shaw Datang saat Ia Bersemangat Menjadi Detektif
Mengawali film ini, Franck Shaw yang tinggal sendirian di apartemen mencoba berfokus untuk menjalani rutinitasnya sebagai seorang detektif kepolisian Boston. Ia mempunyai anak wanita yang bernama Sam (Katrina Lupi), namun harus terpisah karena memilih tinggal bersama ibunya.
Lantas Franck dan Doug Slatter punya misi untuk menangkap seorang tersangka pembunuhan di sebuah dermaga dermaga. Tak disangka, target buruan ini memutuskan untuk memberikan perlawanan dengan pistolnya. Meski akhirnya berhasil menangkap pria tersebut, Franck harus berjibaku hingga tertabrak mobil.
Malang baginya, kondisi paska operasi mengisyaratkan bahwa pendengaran Franck hanya tersisa 60% dan bakal semakin menurun seiring waktu. Ia memutuskan tetap bekerja di kepolisian menggunakan alat bantu dengar, namun dari hari ke hari menjadi semakin tidak nyaman kala kembali di lapangan dan mendengar banyak suara keras.
Dilematis dan Pertemuan dengan Ava
Pada sebuah kasus pembunuhan berkedok transaksi narkoba, Franck mendapatkan tawaran dari Doug untuk ikut mewawancarai seorang saksi yang bernama Ava Fremont. Ajakan ini disebabkan karena Ava adalah penyandang tuna rungu-wicara sejak lahir, dan Franck sudah perlahan mulai belajar bahasa isyarat.
Meski terkesan lambat dalam menerima maksud isyarat Ava, akhirnya Franck bisa menggali data yang dibutuhkan, yakni dokumen foto kejadian di handphone Ava.
Artikel Terkait
Review Film Netflix Sosok Ketiga, Dendam Istri Pertama yang Dipoligami
Review Film The Count of Monte Cristo (2024), Sebuah Film Presisi dari Karya Alexandre Dumas